SUARARAKYAT.info||Cianjur– Dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidaun, Kabupaten Cianjur, menggelar apel/upacara bersama sekaligus launching program “Gerakan Rereongan Sapoe Saribu (Poe Ibu)”, sebuah inisiatif unggulan dari Gubernur Jawa Barat.Jumat (17/10/2025)
Upacara dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Cidaun dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cidaun, Deden Mulyadi, yang mewakili Camat Cidaun.Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI, Polri, dan aparat pemerintah desa se-Kecamatan Cidaun. Dari unsur TNI, hadir Danramil 0608-17 Cidaun, Kapten Mulyadi, serta perwakilan dari Lanal Bandung Posal Ujung Genteng, yaitu Babinpotmar Posmat Cidaun Serka Mustopa dan Kopka Irvan. Sementara dari kepolisian, hadir KBO Satpolairud Polres Cianjur, Iptu Imam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, seluruh kepala desa se-Kecamatan Cidaun juga tampak hadir sebagai peserta upacara, menunjukkan kekompakan lintas sektor dalam mendukung program pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Sekmat Deden Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat kesadaran nasional dan memperkuat sinergi antara masyarakat dengan pemerintah.
“Sebagai warga negara Indonesia, kita harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah, terutama yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Program “Rereongan Sapoe Saribu (Poe Ibu)” sendiri merupakan gerakan gotong royong masyarakat Jawa Barat dengan menyisihkan sebagian kecil rezeki — seribu rupiah per hari — yang dikumpulkan untuk membantu warga kurang mampu di bidang pendidikan dan kesehatan.
Tujuan utama dari gerakan ini adalah agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam meningkatkan taraf hidup sesama warga, tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
Forkopimcam Cidaun menyambut positif dan berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan program tersebut hingga tepat sasaran.
“Kami siap mendukung, membantu, bahkan mengawal agar seluruh hasil dari program Rereongan Sapoe Saribu benar-benar disalurkan kepada warga yang berhak dan membutuhkan,” tegas Kapten Mulyadi.
Sementara itu, Serka Mustopa dari TNI AL Posmat Cidaun juga menambahkan, bahwa semangat gotong royong yang dibangkitkan melalui gerakan ini merupakan bagian dari nilai luhur bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan.
“Gotong royong adalah identitas bangsa kita. Melalui program ini, kami berharap dapat memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Setelah upacara, seluruh peserta berfoto bersama sebagai simbol komitmen untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Rereongan Sapoe Saribu di wilayah Kecamatan Cidaun.
Dengan diluncurkannya program ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat, baik aparat pemerintahan, TNI-Polri, maupun warga, dapat terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata, sesuai dengan semangat “Ngabret Jabar” yang digaungkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
(Cep Toto)














