Gapura Pemakaman Tionghoa di Kampung Baru Meranti, Ternyata Simbol Toleransi dan Persaudaraan Antarumat Beragama

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Kepulauan Meranti-Sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, pembangunan gapura di kawasan Pemakaman Tionghoa Jalan Ibrahim Ujung, Kampung Baru, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kabupaten Kepulauan Meranti akhirnya dikonfirmasi langsung oleh pihak Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB) Kepulauan Meranti. Pihak yayasan menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas lintas agama, bahkan dirancang dengan perpaduan arsitektur bernuansa Islami.

Penasehat Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB) Kepulauan Meranti, Ramlan CPLA, menjelaskan kepada media bahwa pembangunan gapura tersebut telah lama direncanakan dan melalui mekanisme yang terbuka. Prosesnya melibatkan unsur pemerintah setempat serta berbagai tokoh masyarakat dan agama di wilayah itu.

“Pembangunan ini sudah dirancang cukup lama. Kami melalui Lurah Selatpanjang Selatan sudah mengundang tokoh agama, imam masjid, Ketua RT dan RW, serta tokoh pemuda Kampung Baru untuk membahas bersama rencana ini. Semua berjalan baik dan transparan,” ujar Ramlan, Kamis (16/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ramlan menerangkan bahwa pada awalnya lokasi gapura sempat direncanakan di depan tepekong kecil yang berada di Jalan Ibrahim dan melintasi jalan umum. Namun, setelah dilakukan koordinasi dan mendapat masukan dari Dinas PUPR serta Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, lokasi pembangunan akhirnya dipindahkan ke area pintu masuk pemakaman sesuai ketentuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepulauan Meranti.

“Izin sudah lengkap dan legal. Sebelum izin terbit pun, kami sudah melakukan sosialisasi dan musyawarah dengan masyarakat setempat melalui Lurah dan Camat,” tambahnya.

Menurut Ramlan, telah diadakan tiga kali rapat resmi di Kantor Lurah Selatpanjang Selatan yang dihadiri langsung oleh Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak, S.Ag, M.Pd, bersama sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Dalam rapat itu, seluruh peserta menyetujui pembangunan gapura sepanjang delapan meter dengan tinggi enam meter di jalan akses menuju area pemakaman.

Ramlan juga menegaskan bahwa desain gapura tidak mengandung unsur atau simbol keagamaan yang berpotensi menyinggung pihak manapun. Tidak ada patung dewa, gambar naga, maupun tulisan Mandarin yang mengandung makna sensitif. Justru di bagian atas gapura akan dibangun kubah menyerupai Masjid Cheng Ho, simbol harmonisasi antara budaya Tionghoa dan Islam.

READ  Dr. Bernard BBBI Siagian,UGD Intoleransi: Seruan Nasional Lawan Persekusi Ibadah Negara Harus Hadir Melindungi Minoritas

“Kami ingin gapura ini menjadi simbol persaudaraan. Bentuknya memang ada sentuhan arsitektur Islam, supaya masyarakat tahu bahwa ini bukti bahwa umat beragama di Meranti bisa hidup rukun dan saling menghormati,” tutur Ramlan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pembangunan gapura tersebut merupakan bentuk sumbangsih murni dari Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB) untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sepakat Kampung Baru Selatpanjang Selatan. Rencananya, setelah selesai, gapura akan diresmikan oleh Camat Tebing Tinggi, Ketua TPU Haji Sumarno, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Namun demikian, Ramlan tak menampik adanya isu dan kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait pembangunan gapura tersebut. Sejumlah pihak sempat menolak karena mengira gapura akan dibangun dengan ornamen berlebihan seperti patung dewa dan pintu tertutup yang membatasi akses warga.

“Isu itu tidak benar. Jalan akses tetap terbuka untuk umum, tidak ada pagar ataupun pintu seperti yang diberitakan. Kami ingin semua pihak bisa melihat bahwa pembangunan ini adalah bentuk solidaritas dan persaudaraan lintas agama,” tegasnya.

Ramlan mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar. Ia berharap pembangunan gapura ini menjadi ikon kebersamaan dan toleransi di Kabupaten Kepulauan Meranti, sekaligus menunjukkan bahwa keragaman agama dan budaya dapat berjalan beriringan tanpa harus menimbulkan perpecahan.

“Mari kita jaga bersama prosesnya. Kami terbuka, tidak ada yang disembunyikan. Semua pendanaan berasal dari yayasan kami sendiri, tanpa bantuan pihak luar. Ini murni niat baik untuk kebaikan bersama,” pungkas Ramlan.

Pembangunan gapura yang sempat menimbulkan polemik itu kini mulai mendapat dukungan dari berbagai pihak setelah penjelasan resmi disampaikan. Banyak tokoh masyarakat menilai langkah Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB) ini sebagai bentuk nyata toleransi yang patut dicontoh, apalagi di tengah situasi sosial yang kadang mudah terpecah oleh isu sensitif antaragama.

Dengan desain perpaduan budaya Tionghoa dan nuansa Islami, gapura Pemakaman Tionghoa Kampung Baru diharapkan menjadi simbol keharmonisan masyarakat Meranti tempat di mana perbedaan justru menjadi kekuatan bersama untuk menjaga perdamaian dan rasa saling menghormati.

 

(MP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi Digelar, Perkuat Dakwah dan Sinergi Wujudkan Sukabumi Mubarokah
Perkuat Persaudaraan Lintas Agama, WKPUB Gelar Musyawarah Kerja Nasional Bahas Program Kerukunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Dandim 0607 Sukabumi Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu Setelah Peresmian Jembatan PRIMA JANTAKE
Semangat Tahun Baru Islam 1448 H, Ratusan Warga Tanjungsari Meriahkan Gebyar Muharam dengan Pawai Obor dan Santunan Anak Yatim
Meriahkan Pesparawi Nasional XIV 2026, Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari dan Prajurit Kodam Kasuari Tebar Semangat Kebersamaan
Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua
Ribuan Warga Sukalarang Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Doa dan Cahaya Kebersamaan
Duduk Berdampingan Dengan Abuya Mukhtar Anidzom , Aang Unang Apresiasi Peresmian Gedung Baru MUI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:18 WIB

Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi Digelar, Perkuat Dakwah dan Sinergi Wujudkan Sukabumi Mubarokah

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:10 WIB

Perkuat Persaudaraan Lintas Agama, WKPUB Gelar Musyawarah Kerja Nasional Bahas Program Kerukunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:28 WIB

Dandim 0607 Sukabumi Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu Setelah Peresmian Jembatan PRIMA JANTAKE

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:19 WIB

Semangat Tahun Baru Islam 1448 H, Ratusan Warga Tanjungsari Meriahkan Gebyar Muharam dengan Pawai Obor dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:46 WIB

Meriahkan Pesparawi Nasional XIV 2026, Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari dan Prajurit Kodam Kasuari Tebar Semangat Kebersamaan

Berita Terbaru