Berdasarkan keterangan yang dihimpun, api pertama kali terlihat di bagian depan gedung berbentuk lingkaran. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke ruangan lain. Sebanyak 34 ruangan sekolah hangus terbakar, termasuk ruang kelas, ruang kepala sekolah, laboratorium, ruang Dapodik, ruang multimedia, ruang komputer, ruang bahasa, dan gudang alat peraga.
Bangunan sekolah terdiri dari dua lantai. Di lantai satu terdapat 17 kelas, sementara di lantai dua juga terdapat 17 kelas. Dari hasil evaluasi, sebagian ruangan di lantai satu masih bisa diselamatkan, sementara seluruh ruangan di lantai dua hangus terbakar. Hanya satu sisi bangunan sebelah utara yang dapat dipertahankan dari amukan api.
Beruntung, saat kejadian sekolah dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat banyak fasilitas pendidikan yang ikut terbakar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya pemadaman dilakukan oleh tiga regu pemadam kebakaran yang diturunkan ke lokasi. Armada yang dikerahkan antara lain satu unit mobil damkar dari BNPD Meranti, satu unit mobil tangki dari Dinas Perkim, serta didukung aparat kepolisian dan TNI. Setelah bekerja keras selama satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Meski demikian, proses pemadaman sempat terkendala. Laporan kebakaran diterima cukup lambat sehingga armada baru tiba beberapa saat setelah api membesar. Selain itu, akses jalan menuju lokasi juga terhambat karena kondisi lalu lintas padat.
Kapasitas air mobil pemadam yang hanya 3.000 liter per unit dinilai tidak mencukupi untuk menjangkau luasnya area kebakaran. Hal ini membuat tim gabungan harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke permukiman warga sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah masih melakukan pendataan terhadap kerugian akibat musibah kebakaran tersebut. Kepala sekolah dan jajaran guru tampak sibuk menyelamatkan berkas-berkas penting yang masih bisa diselamatkan dari ruangan lantai bawah.
Pihak berwenang menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, masyarakat sekitar bersama para siswa berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk memulihkan kembali kegiatan belajar mengajar yang terganggu akibat musibah ini.














