SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Proyek peningkatan infrastruktur jalan berupa betonisasi di Kampung Ciawitali, RT 04 RW 03, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan warga. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan lalu sudah mengalami keretakan di beberapa titik yang di pinggir. Bahkan, berdasarkan pantauan warga setempat, retakan tersebut tampak ditambal kembali oleh pihak pelaksana.
Salah seorang warga Kampung Selaawi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi jalan ini sangat mengecewakan. Menurutnya, kualitas pengerjaan terlihat asal-asalan dan diduga menggunakan material yang tidak sesuai standar teknis. “Iya baru sekitar satu bulan lah, kurang lebih. Malahan jalur sebelahnya baru dikerjakan lagi sekitar tiga harian lalu, tapi sekarang masih belum kering,” ungkapnya kepada wartawan.Senin (29/9/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek tersebut tercatat sebagai pekerjaan betonisasi pada ruas Jalan Cibadak – Nagrak dengan nilai anggaran Rp 487.111.054,97 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi tahun 2025. Pelaksana kegiatan adalah CV Eka Mandiri, dengan waktu pengerjaan 75 hari kalender sejak diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 6 Agustus 2025.
Namun, dengan kondisi jalan yang sudah retak dalam waktu singkat, publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan dari pihak terkait, baik konsultan pengawas maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi. Apalagi proyek yang menyedot anggaran hampir setengah miliar rupiah ini semestinya memberikan hasil yang berkualitas serta bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sejumlah warga khawatir jika kondisi jalan terus dibiarkan, maka kerusakan akan semakin parah, apalagi dengan intensitas hujan yang tinggi di wilayah Sukabumi. “Kalau baru sebulan saja sudah retak, gimana nanti setelah dilewati kendaraan besar tiap hari, apalagi pas musim hujan? Pasti makin parah,” tambah warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan turun langsung meninjau lokasi. Transparansi dalam penggunaan anggaran publik dinilai penting, agar setiap proyek benar-benar sesuai spesifikasi dan tidak merugikan rakyat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan rendahnya kualitas material yang digunakan.
(Hs)













