Proyek Jalan Betonisasi di Alternatif Nagrak-Cibadak Diduga Menggunakan Material Kualitas Rendah, Baru Sebulan Jalan Sudah Retak Retak

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Proyek peningkatan infrastruktur jalan berupa betonisasi di Kampung Ciawitali, RT 04 RW 03, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan warga. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan lalu sudah mengalami keretakan di beberapa titik yang di pinggir. Bahkan, berdasarkan pantauan warga setempat, retakan tersebut tampak ditambal kembali oleh pihak pelaksana.

Salah seorang warga Kampung Selaawi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi jalan ini sangat mengecewakan. Menurutnya, kualitas pengerjaan terlihat asal-asalan dan diduga menggunakan material yang tidak sesuai standar teknis. “Iya baru sekitar satu bulan lah, kurang lebih. Malahan jalur sebelahnya baru dikerjakan lagi sekitar tiga harian lalu, tapi sekarang masih belum kering,” ungkapnya kepada wartawan.Senin (29/9/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek tersebut tercatat sebagai pekerjaan betonisasi pada ruas Jalan Cibadak – Nagrak dengan nilai anggaran Rp 487.111.054,97 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi tahun 2025. Pelaksana kegiatan adalah CV Eka Mandiri, dengan waktu pengerjaan 75 hari kalender sejak diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 6 Agustus 2025.

READ  Primaya Hospital Sukabumi Bersama Pemdes Gegerbitung Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis, Ratusan Warga Antusias Jalani Pemeriksaan

Namun, dengan kondisi jalan yang sudah retak dalam waktu singkat, publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan dari pihak terkait, baik konsultan pengawas maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi. Apalagi proyek yang menyedot anggaran hampir setengah miliar rupiah ini semestinya memberikan hasil yang berkualitas serta bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Sejumlah warga khawatir jika kondisi jalan terus dibiarkan, maka kerusakan akan semakin parah, apalagi dengan intensitas hujan yang tinggi di wilayah Sukabumi. “Kalau baru sebulan saja sudah retak, gimana nanti setelah dilewati kendaraan besar tiap hari, apalagi pas musim hujan? Pasti makin parah,” tambah warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan turun langsung meninjau lokasi. Transparansi dalam penggunaan anggaran publik dinilai penting, agar setiap proyek benar-benar sesuai spesifikasi dan tidak merugikan rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan rendahnya kualitas material yang digunakan.

(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MIO Desak Walikota Bertindak: Dualisme KNPI Sukabumi Dinilai Rawan Konflik, Pemerintah Diminta Segera Ambil Keputusan Tegas
Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi
Pekerjaan Jembatan Kamandoran Karangtengah Mulai Dikerjakan, Bimob Polda Jabar Pantau Langsung Progres 
Ketua SMSI Sukabumi Raya Semprot Oknum Wartawan yang Intimidasi Kurir GTL di Cicurug
Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru
Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga
Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi
Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 01:27 WIB

MIO Desak Walikota Bertindak: Dualisme KNPI Sukabumi Dinilai Rawan Konflik, Pemerintah Diminta Segera Ambil Keputusan Tegas

Senin, 20 April 2026 - 04:08 WIB

Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi

Minggu, 19 April 2026 - 23:15 WIB

Pekerjaan Jembatan Kamandoran Karangtengah Mulai Dikerjakan, Bimob Polda Jabar Pantau Langsung Progres 

Minggu, 19 April 2026 - 22:20 WIB

Ketua SMSI Sukabumi Raya Semprot Oknum Wartawan yang Intimidasi Kurir GTL di Cicurug

Sabtu, 18 April 2026 - 13:47 WIB

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru

Berita Terbaru