Kabupaten Sorong Papua Barat Daya (26/9/2025) — Komando Armada (Koarmada) III TNI Angkatan Laut secara resmi menyambut kepulangan Satuan Tugas (Satgas) Port Visit Papua Nugini (PNG) 2025 dalam sebuah upacara militer yang berlangsung khidmat di Dermaga Koarmada III, Sorong. Misi ini menandai keberhasilan Indonesia dalam menjalankan diplomasi pertahanan dan kemanusiaan yang strategis di kawasan Pasifik Selatan.
Upacara penyambutan dipimpin langsung oleh Panglima Koarmada III, Laksamana Muda TNI H. Krisno Utomo, PSC(J), M.A., M.M.S., CHRMP, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Koarmada III, termasuk Kepala Staf Koarmada III, Inspektur Koarmada III, Kapoksahli, serta para Komandan Satuan dan Kasatker.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misi yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Ferry H. Hutagaol, M.Tr. Hanla., M.M. ini bertujuan memperingati 50 tahun kemerdekaan Papua Nugini, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan PNG serta negara-negara di Pasifik Selatan.
Satgas Port Visit PNG 2025 diberangkatkan dengan dua unsur utama TNI AL, yaitu:
– KRI Wahidin Sudirohusodo-991 (Koarmada III) yang mengangkut 188 personel, termasuk tim medis dan Dinas Penerangan.
– KRI Raden Eddy Martadinata-331 (Koarmada II) dengan 140 personel sebagai kekuatan pendamping dan simbol kehadiran maritim Indonesia.
Rute pelayaran dimulai dari Sorong menuju Port Moresby pada 14–18 September 2025, dan kembali ke tanah air pada 26 September 2025.
Di Port Moresby, Satgas menggelar berbagai kegiatan yang mencerminkan pendekatan maritim multidimensi Indonesia:
– Kunjungan kehormatan kepada pejabat tinggi militer dan sipil Papua Nugini.
– Olahraga bersama dan pertukaran budaya.
– Open ship untuk masyarakat dan militer PNG.
– Resepsi nasional diplomatik (national reception) yang menampilkan Indonesia sebagai kekuatan maritim modern.
– Bakti kesehatan dan sosial, termasuk pengobatan gratis, edukasi kesehatan, dan renovasi fasilitas ibadah.
– Kunjungan perwira tinggi (DV) dari TNI AL sebagai bentuk penghormatan.

Kehadiran KRI Wahidin Sudirohusodo-991 sebagai kapal rumah sakit terapung paling modern TNI AL menjadi magnet utama. Selama misi di Port Moresby, lebih dari 250 warga Papua Nugini per hari menerima layanan medis gratis, mulai dari pemeriksaan umum, gigi, laboratorium, hingga MRI dan CT Scan.
Dalam konferensi pers, Laksda TNI H. Krisno Utomo menyampaikan bahwa respons masyarakat Papua Nugini sangat positif:
“Setiap hari lebih dari 250 orang berobat di atas KRI Sudirohusodo. Mereka sangat terbantu dan berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Ini menunjukkan bahwa kekuatan militer Indonesia bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tapi juga melayani dan mempererat hubungan antarbangsa.”
Ia menegaskan bahwa misi ini merupakan kelanjutan dari Port Visit Short Pacific 2016, dan kini telah berkembang menjadi inisiatif strategis yang memperkuat posisi Indonesia di kawasan Pasifik Selatan.
Selain di luar negeri, Satgas juga menjalankan misi bakti sosial dan kesehatan di wilayah perbatasan, Wanam, Papua Selatan, bekerja sama dengan Lantamal XI Merauke, Batalyon 801, Polri, dan Pemda.
Setiap harinya, lebih dari 240 warga lokal menerima layanan berupa:
– Pemeriksaan kesehatan umum dan gigi,
– Edukasi kesehatan masyarakat,
– Pembagian sembako,
– Renovasi tempat ibadah dan fasilitas publik.
Keberhasilan misi Port Visit PNG 2025 menegaskan bahwa TNI AL bukan hanya kekuatan tempur laut, melainkan juga agen diplomasi lunak (soft power) Indonesia di kawasan.
“TNI AL hadir bukan hanya untuk menjaga laut, tapi juga mempererat persaudaraan, menguatkan diplomasi, dan melayani kemanusiaan. Rakyat adalah sumber kekuatan kami,” tutup Pangkoarmada III.
Misi ini menjadi bagian dari strategi Confidence Building Measure (CBM), sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai pilar maritim kawasan Asia-Pasifik yang menjunjung tinggi perdamaian, solidaritas, dan kerja sama antarbangsa.














