SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Hujan deras yang disertai angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi. Pada Selasa (23/9/2025) sore, sekitar pukul 15.30 WIB, bencana alam tersebut mengakibatkan sedikitnya empat atap bangunan rumah warga di Kampung Ciburiang RT 01/01, Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan laporan resmi aparat setempat, kejadian ini sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Namun, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan. Kerugian hanya sebatas material dengan kondisi atap rumah yang beterbangan dan bangunan yang mengalami kerusakan di bagian atas.
Identitas rumah korban yang terdampak antara lain:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Sahroni (42), warga Kampung Ciburial, yang atap bangunan pesantren Tanwirul Qulun mengalami kerusakan.
2. Ngatijan (60), asal Yogyakarta, kini tinggal di Kampung Ciburial, dengan bangunan kos-kosan miliknya yang turut terdampak.
3. Daman (67), seorang buruh harian lepas, rumahnya juga mengalami kerusakan di bagian atap.
4. Sanya (68), seorang petani/pekebun, mengalami nasib serupa dengan kerusakan atap rumah akibat terpaan angin kencang.
Kronologi Kejadian
Cuaca ekstrem dimulai sejak sore hari ketika hujan deras mengguyur kawasan Parungkuda. Sekitar pukul 15.30 WIB, angin kencang menyapu permukiman warga, menyebabkan atap empat bangunan terangkat dan beterbangan. Peristiwa ini berlangsung cukup cepat, sehingga warga hanya sempat menyelamatkan diri ke tempat aman.

Tindakan Petugas di Lapangan
Mendapat laporan warga, tim gabungan segera turun ke lokasi pada pukul 18.30 WIB. Anggota jaga bersama Bhabinkamtibmas, Satpol PP Kecamatan Parungkuda, anggota P2BK BPBD, perangkat desa, RT/RW, dan warga sekitar bahu membahu melakukan penanganan awal.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan petugas antara lain:
Melakukan pemeriksaan dan mendatangi lokasi kejadian.
Mendokumentasikan kerusakan serta mendata identitas korban.
Membantu evakuasi puing-puing bangunan yang berjatuhan.
Memberikan himbauan agar warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk tindak lanjut bantuan perbaikan rumah.
Membuat laporan resmi dan melaporkannya ke pimpinan.
Hingga malam hari, kondisi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali. Warga bersama aparat masih melakukan pembersihan sisa-sisa puing bangunan. Para korban sementara tinggal di rumah kerabat terdekat sambil menunggu bantuan lebih lanjut dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.
Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.
(Rizwan)














