SUARARAKYAT.info||Tangerang-Persoalan penumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan di Kota Tangerang menjadi sorotan utama dalam Forum Diskusi Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Anti Korupsi Pejuang Indonesia (GAKORPAN). Acara berlangsung di Kantor Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) GAKORPAN Korwil Kota Tangerang yang berlokasi di Jalan Kampung Gondrong, Selasa (23/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan aktivis lintas organisasi. Hadir Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Ak.p, Wakil Ketua Gerakan Solidaritas Nasional Rumah Besar Relawan Prabowo Agip Supendi, SH., MH, serta Kabid Humas DPP GAKORPAN Junaedi Mangapul. Turut hadir pula Tarjono, Korwil Tangerang Kota sekaligus tuan rumah kegiatan, bersama rekan-rekan dari Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), seperti Ferry dan Rohi Arifin dari Media Radar Kriminal. Dari sisi advokasi hukum, tampak pula Rusman Pinem, S.Sos dari LBH Pers Presisi Polri.
Forum ini mengangkat tema besar tentang fungsi sosial kontrol independensi jurnalisme dalam kerangka UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan UU KIP No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Namun demikian, isu lingkungan khususnya persoalan penumpukan sampah di Kota Tangerang mencuat menjadi perhatian utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam diskusi, para peserta menyoroti kondisi darurat sampah di beberapa titik seperti Kampung Gondrong dan Pasar Lembang, di mana tumpukan sampah dibiarkan menggunung, menimbulkan bau menyengat, serta mengganggu kenyamanan warga. Situasi ini dianggap berpotensi memicu berbagai penyakit menular seperti disentri, diare akut, hingga gastroenteritis. Bahkan, berkembangnya nyamuk Aedes aegypti di musim penghujan dapat meningkatkan risiko wabah demam berdarah dengue (DBD) yang bisa berakibat fatal.
Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard Siagian, dalam sambutannya menegaskan perlunya kesigapan pemerintah kota untuk turun tangan langsung.
“Pemerintah daerah, khususnya lurah dan camat, bersama ormas serta Forkopimda harus segera bertindak. Sosialisasi, gotong royong, dan aksi bersih-bersih di jalan maupun sungai harus segera dilakukan. Jangan sampai penumpukan sampah ini menjadi wajah buruk Kota Tangerang dan menjadi ancaman kesehatan masyarakat,” tegas Bernard.
Senada dengan itu, tokoh lain yang hadir, seperti Mangapul Sitio, Dr. Moses Waimuri, SH., M.Th selaku Ketua Aliansi Papua Bersatu untuk NKRI, serta Bunda Tiur Simamora dari PPWI GAKORPAN, juga menekankan perlunya kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mereka mengingatkan agar Wali Kota Tangerang memberi teladan nyata dengan ikut turun ke lapangan membersihkan sampah.
Lebih jauh, forum ini juga mendorong adanya terobosan dengan mengembangkan sistem bank sampah di setiap RT dan RW. Melalui mekanisme ini, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis. Langkah ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan berbasis urban farming.
“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan teknologi bank sampah adalah solusi jangka panjang. Selain menjaga kebersihan kota, juga bisa meningkatkan kesadaran warga dan memberi manfaat ekonomi,” ujar Tarjono, Korwil Tangerang Kota GAKORPAN.
Kegiatan diskusi ditutup dengan seruan bersama agar semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, tidak menutup mata terhadap persoalan serius ini. Dengan mengusung semangat “Salam Kota Tangerang, Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 – Macan Asia”, forum tersebut menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjaga kebersihan kota sebagai bagian dari bela negara dan pengabdian untuk masyarakat.
(Dr Bernard)














