Rencana Pengambilalihan Kapal ARLINE 02 oleh PT WBE Terbongkar, Dokumen Crew Ditahan

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Gresik– Sebuah dugaan penyalahgunaan wewenang dan upaya pengambilalihan kapal kembali mencuat di dunia pelayaran nasional. Kapal ARLINE 02 milik PT RMC yang berada di bawah naungan PT Reskiipah Group, dan sebelumnya disewakan (charter) kepada PT WBE selama dua bulan kalender (60 hari), diduga hendak dikuasai secara sepihak oleh oknum berinisial Teguh alias Bagong.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kontrak kerja sama antara PT RMC dengan PT WBE telah berakhir sesuai perjanjian. Namun, hingga berakhirnya masa kontrak, kapal ARLINE 02 tidak dikembalikan oleh pihak PT WBE. Bahkan, muncul dugaan adanya upaya mengganti awak kapal (crew) asli dengan awak baru versi PT WBE untuk melancarkan penguasaan kapal tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, sejumlah dokumen penting milik awak kapal asli ARLINE 02 dilaporkan turut ditahan oleh pihak PT WBE tanpa alasan jelas. Penahanan dokumen resmi tersebut dinilai merugikan para awak kapal dan dapat membahayakan operasional kapal.

READ  Program Makan Bergizi Gratis Tercoreng Kasus Keracunan Massal, Pengamat Minta Evaluasi

Manager Operasional PT Reskiipah Group, Sapriadi, memberikan komentar keras atas kejadian ini.
“Kami merasa dirugikan dengan ditahannya dokumen resmi crew oleh pihak Teguh. Itu tindakan tidak profesional, bahkan bisa dikategorikan sebagai perampasan hak. Lebih parah lagi, ada dugaan rencana membawa kabur kapal dengan mengganti crew asli kami. Ini jelas melanggar hukum dan akan kami naikkan ke jalur hukum,” tegasnya.

PT RMC menegaskan bahwa pihaknya telah resmi memutus kontrak kerja sama dengan PT WBE, serta berkomitmen untuk menempuh jalur hukum demi mengamankan kembali kapal dan melindungi hak-hak awaknya.

Kasus ini menjadi sorotan serius di kalangan pelayaran, mengingat modus serupa dapat merusak kepercayaan dalam kerja sama charter kapal dan berpotensi merugikan banyak pihak.

(Yusdin Senoputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heboh Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif   
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 22:36 WIB

Heboh Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif   

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Berita Terbaru