Program Makan Bergizi Gratis Tercoreng Kasus Keracunan Massal, Pengamat Minta Evaluasi

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat Info Jakarta ,Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang digadang-gadang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa, kini menuai sorotan tajam akibat serangkaian kasus keracunan massal yang menimpa siswa di berbagai daerah.

Lambang Indra Setiawan, S.H., pengamat publik, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. “Program pemerintah yang sangat baik ini sangat disayangkan menjadi permasalahan serius,” ujarnya. Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG karena lemahnya pengawasan dari tim kesehatan dan kurangnya verifikasi ketat dari pihak ketiga.

“Pihak ketiga harus bertanggung jawab penuh, dan pihak berwajib harus bertindak tegas,” tegas Lambang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus keracunan makanan ini tidak hanya menyebabkan trauma fisik seperti sakit perut, muntah, dan pusing, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan lambung jangka panjang, penurunan daya tahan tubuh, dan gangguan psikis pada anak-anak. Anak-anak kehilangan kepercayaan terhadap makanan sekolah, merasa cemas, bahkan menolak makan bersama.

READ  Prof.DR.KH.Sutan Nasomal: Jenderal Soeharso dan Keemasa Kemakmuran Indonesia

Lambang menekankan pentingnya investigasi tuntas terhadap vendor, ahli gizi, dan badan pengawas untuk memastikan standar kelayakan, izin edar, uji laboratorium, dan pengawasan rutin telah dilakukan dengan benar. Jika ditemukan kelalaian atau indikasi tindak pidana, konsekuensi hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Lambang merekomendasikan beberapa solusi, antara lain:

– Audit independen terhadap seluruh rantai penyediaan makanan MBG.
– Pengawasan ketat oleh BPOM dan Dinas Kesehatan setempat.
– Transparansi vendor – masyarakat berhak tahu siapa penyedia makanan di sekolah anak mereka.
– Restitusi dan pemulihan – siswa yang menjadi korban harus mendapatkan perawatan medis gratis, konseling psikologis, serta kompensasi yang layak.
– Evaluasi kebijakan – jika sistem MBG belum siap, lebih baik pemerintah memberikan subsidi langsung berupa uang tunai kepada orang tua.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heboh Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif   
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 22:36 WIB

Heboh Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif   

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Berita Terbaru