Penegak Hukum Diduga Tutup Mata: Tambang Emas Ilegal di Solok Selatan Terus Merajalela

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Solok Selatan-Alih-alih diberantas, aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, justru semakin menggila. Puluhan ekskavator terus mengeruk tanah, merusak kebun warga, mengacak-acak hutan, dan mencemari Sungai Batanghari tanpa hambatan berarti. Publik pun menilai, aparat penegak hukum seakan menutup mata atau lebih parah, justru ikut bermain dalam jaringan kotor yang menghidupi bisnis haram ini.Rabu (11/9/2025)

Jeritan masyarakat sudah berkali-kali disuarakan, baik lewat media maupun sosial media. Dalam unggahan warga yang viral, terdengar jelas permintaan tolong: “Tolong kami Kapolres Solok Selatan, Kapolda Sumbar, dan Pemerintah, lihat kebun kami rusak akibat aktivitas tambang ilegal!” Seruan itu disertai video yang memperlihatkan ekskavator bekerja leluasa di lokasi tambang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hingga kini, suara rakyat hanya bergaung di ruang kosong. Aktivitas PETI tetap berjalan, seolah tak tersentuh hukum.

Setiap kali operasi digelar aparat, yang ditemukan hanya bekas tambang yang masih basah. Para penambang sudah lebih dulu kabur, seperti sudah mendapat bocoran informasi. Ironisnya, tak lama berselang, ekskavator kembali beroperasi di lokasi yang sama.

Fenomena ini menimbulkan kecurigaan publik: apakah aparat benar-benar tidak mampu menindak, atau memang ada “permainan belakang layar”? Mengapa operasi selalu berujung pada hasil nihil, sementara bukti kerusakan lingkungan terbentang nyata di depan mata?

Lebih tragis lagi, penindakan hanya menyasar kelompok kecil, sementara pemain besar dengan belasan ekskavator tetap aman. Masyarakat pun menyebut hukum di Solok Selatan bak “tajam ke bawah, tumpul ke atas”.

Sungai Batanghari Tercemar Merkuri

Pantauan wartawan pada 9 September 2025 mendapati puluhan unit ekskavator bekerja di sekitar perbukitan aliran Sungai Batanghari. PETI tersebar di Muaro Sangir, Lubuk Ulang Aling Selatan, Tengah, Induk, hingga Kecamatan Sangir Batanghari.

READ  Mafia BBM Diduga Ancam Kebebasan Pers: Puluhan Anggota Grup Khairudin, Manejer SPBU 14.282.683, Kroyok Enam Wartawan di Pekanbaru

Air Sungai Batanghari kini keruh pekat, bak kubangan. Limbah tambang yang mengandung merkuri dibuang sembarangan. Padahal, merkuri adalah racun mematikan yang bisa merusak saraf, paru-paru, ginjal, hingga sistem imun manusia.

Sungai Batanghari sendiri adalah nadi kehidupan masyarakat di Sumbar dan Jambi, dengan panjang 800 km dari hulu Gunung Rasan hingga Muara Sabak. Sungai ini menjadi sumber air, irigasi, perikanan, transportasi, bahkan jalur perdagangan. Namun, kini ia terancam sekarat akibat kerakusan tambang ilegal yang dibiarkan aparat.

Komitmen Pemprov Tak Sejalan dengan Realitas

Gubernur Sumbar Mahyeldi sebelumnya menegaskan komitmennya menertibkan PETI. Ia mengingatkan, lingkungan yang rusak akan membawa masalah berkepanjangan. Namun, komitmen itu justru kontras dengan fakta di lapangan.

Tambang ilegal tetap beroperasi leluasa, dan para penambang merasa kebal hukum. Mereka bahkan diduga membayar “uang payung” kepada oknum aparat agar tetap aman beraktivitas.

Solar Subsidi Disedot Penambang

Dampak lain dari PETI adalah kelangkaan BBM subsidi. Solar bersubsidi disedot dalam jumlah besar untuk menghidupi ekskavator. Akibatnya, masyarakat umum kesulitan mendapatkan solar di SPBU. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya mafia distribusi BBM yang berkolaborasi dengan jaringan PETI.

Hukum di Titik Nadir

Situasi ini membuat publik semakin hilang kepercayaan pada penegak hukum. Bagaimana mungkin kejahatan lingkungan yang terang-terangan dibiarkan tanpa penindakan serius?

Pertanyaan mendasar pun mencuat: apakah aparat benar-benar tak berdaya menghadapi para penambang, ataukah hukum sudah dijual murah oleh oknum yang seharusnya menjadi pelindung rakyat?

Jika keadaan ini terus berlangsung, bukan hanya ekologi yang hancur. Wibawa hukum dan rasa keadilan masyarakat pun akan ikut terkubur di bawah lumpur rakusnya tambang emas ilegal.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LAMR Kabupaten Bengkalis Gelar Gotong Royong Bersama Sambut Sepekan Kenduri Adat Hari Jadi Bengkalis ke-514
Tudingan Terhadap Personel Pengamanan Gunung Botak Diminta Dibuktikan, Masyarakat Dorong Penegakan Hukum Berbasis Fakta
Rumah Genset TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorsel Rampung 100%, Perkuat Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Sat Resnarkoba Polresta Sorong Kota Ungkap Kasus Sabu, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Merawat Harmoni TNI dan Masyarakat Adat, Komandan Satgas Yonif 2 Marinir Hadiri Pelantikan Kepala Suku di Deiyai
Pimpinan Cabang FIF Tembilahan Angkat Bicara, Terkait Permintaan Keberatan “R” atas Pinjaman yang Tak Pernah Dilakukan nya
Investigasi Dugaan PETI di Dusun Pasongik Kembali Mengemuka, Seorang Pria Mengaku Pengurus Tambang dan Wartawan, Redaksi Buka Ruang Hak Jawab
PHBN Desa Cihara Gelar Berbagai Perlombaan, Tema Cihara Bersatu
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:56 WIB

LAMR Kabupaten Bengkalis Gelar Gotong Royong Bersama Sambut Sepekan Kenduri Adat Hari Jadi Bengkalis ke-514

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:35 WIB

Tudingan Terhadap Personel Pengamanan Gunung Botak Diminta Dibuktikan, Masyarakat Dorong Penegakan Hukum Berbasis Fakta

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:12 WIB

Rumah Genset TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorsel Rampung 100%, Perkuat Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:53 WIB

Sat Resnarkoba Polresta Sorong Kota Ungkap Kasus Sabu, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:43 WIB

Merawat Harmoni TNI dan Masyarakat Adat, Komandan Satgas Yonif 2 Marinir Hadiri Pelantikan Kepala Suku di Deiyai

Berita Terbaru