SUARARAKYAT.info|| Cianjur – Semangat gotong royong kembali hidup di tengah komunitas nelayan Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Tanpa menunggu uluran tangan dari pihak manapun, para nelayan bersama pengepul ikan (bakul) di Pelabuhan Jayanti bahu membahu membangun jalur jalan menuju lokasi sandar perahu. Jalan tersebut diharapkan dapat menjadi akses vital bagi evakuasi keluar-masuk perahu para nelayan, terutama saat kondisi darurat atau cuaca ekstrem.
Pembangunan jalan ini sepenuhnya bersumber dari iuran para nelayan. Tidak hanya itu, sejumlah pengepul ikan di sekitar pelabuhan juga ikut menyisihkan rezekinya demi kelancaran pekerjaan. Bahkan ada warga yang secara sukarela menyumbangkan material bangunan seperti semen untuk mempercepat proses pengerjaan.
Hubungan masyarakat (Humas) Nelayan Jayanti, Wawas Somantri, menuturkan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak di lapangan. Menurutnya, meski tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) resmi, pembangunan jalur ini sangat dibutuhkan oleh para nelayan agar aktivitas melaut maupun evakuasi saat cuaca buruk dapat dilakukan dengan aman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan ini murni dari iuran nelayan. Ada juga bantuan dari bakul dan warga yang peduli. Kami kerjakan sesuai kebutuhan di lapangan, karena kami yang merasakan langsung kesulitan di sini,” ungkap Wawas kepada wartawan suararakyat.info pada Rabu (10/9/2925)

Ia menambahkan, perjuangan para nelayan bukan hanya soal bertahan hidup di tengah lamenjagamuapi juga bagaimana mereka menjaga keberlangsungan infrastruktur sederhana yang menunjang aktivitas sehari-hari.
Dengan nada penuh harapan, Wawas menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah maupun pusat agar ke depan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan nelayan Jayanti. “Kami berharap ada anggaran khusus bagi nelayan Jayanti, terutama untuk pembangunan sandaran perahu yang layak. Karena ini bukan hanya kepentingan kami, tapi juga untuk keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir,” tegasnya.
Bagi masyarakat Jayanti, jalan sandar perahu bukan sekadar fasilitas teknis, melainkan simbol kemandirian dan kebersamaan. Gotong royong yang dilakukan para nelayan menjadi bukti nyata bahwa semangat solidaritas masih hidup di pesisir Cidaun. Namun, suara mereka tetap berharap agar pemerintah dapat hadir, melengkapi perjuangan swadaya yang sudah mereka lakukan.
(Cep Toto)














