Sekjen Annahl Korban Kasus Bullying SD Swasta Ngadu ke Walikota Sukabumi Solusi Tepat  Agar Mendapatkan Keadilan 

- Penulis

Sabtu, 6 September 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi-Walikota Sukabumi H. Ayep Zaki mengundang  Korban dan Orang tua korban kasus dugaan perundungan (bullying) salahsatu sekolah dasar swasta di kota Sukabumi.(6/9/2025)

Pertemuan Korban dan Orang tua Korban yang didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Annahl Bela Lindungi di Rumah Dinas jalan R. Syamsudin  SH. Cikole Kota Sukabumi. Pada Jumat sore  (05/09/2025) Kemaren dengan Walikota tersebut menjadi titik balik dari perjuangan panjang seorang ayah yang selama ini merasa berjuang sendirian melawan sistem.

Walikota Sukabumi H. Ayep Zaki mengatakan bahwa dirinya sebagai pimpinan Daerah baru mendengar kejadian sebenarnya berdasarkan laporan orang tua korban kasus bullying kepada dirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Saya baru mengetahui secara resmi persoalan tersebut hari ini. Karena saya baru menjabat sebagai walikota.”ujarnya .

” Sebelumnya kan, sudah datang ke Komisi 3 DPRD Kota Sukabumi Orang tua korban ini.” Jadi Kita tunggu rekomendasi dari  DPRD Kota Sukabumi seperti apa?.” Ungkap Walikota

Lebihlanjut, Walikota mengaku akan menanyakan ke pihak dinas terkait. Sudah sejauhmana penanganan kasus bullying tersebut

” Kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti apa langkah langkah yang akan kita lanjutkan.” Ucapnya.

Ayep Zaki menuturkan dengan adanya kejadian ini kedepannya pihak akan  meminimalis bullying ditingkat sekolah yang ada di wilayah kota Sukabumi.

” Intinya bagaimana respon Kepala kepala sekolah atau guru guru kedepannya. Kejadian bullying ini sudah terjadi tapi bagaimana yang sudah terjadi ada solusi yang baik ada keadilan yang diterima oleh keluarganya.” Imbuhnya

” Saya sebagai kepala daerah mudah mudahan bisa mencari jalan keluar seperti apa.” Ujarnya.

Saat disinggung kenapa harus menunggu respon dari DPRD. Walikota Sukabumi H Ayep Zaki menjelaskan bahwa dirinya menunggu rekomendasi dari DPRD tersebut agar singkron.

” Saya tidak serta merta harus ada informasi langsung support  tidak, karena memang ini  kasusnya sudah lama,  kecuali kasusnya baru bisa langsung kita tindaklanjuti.” Khasus ini kan sudah 2 tahun, tidak mungkin dikembalikan waktunya.” Tuturnya

READ  9 Tahun Menggantung, Hak Pensiun Mantan Kepala Cabang Elteha Internasional Tak Kunjung Cair

Berdasarkan informasi bahwa sekolah dasar swasta tersebut banyak laporannya terkait banyak kasus bullying menurut, Walikota H. Ayep Zaki menyebut dirinya selaku pimpinan Daerah yang membawahi PUAD, SD dan SMP Negeri maupun swasta yang melalui kedinasan.

” Saya akan panggil seluruh Kepala Sekolah sekota Sukabumi. Sudah  Saya Agendakan. Sekolah juga harus belajar berkeadilan jangan ada ditutup tutupi harus mampu mencari jalan keluar yang terbaik.” Ucapnya

H. Ayep Zaki Menanggapi surat terbuka dari orang tua korban bullying terkait adanya dugaan Pemalsuan surat oleh sejumlah dinas yang dipimpinnya.

” Yang pasti saya akan panggil dinas dinas terkait untuk di konfrontasi yang mana kita cari yang terbaik. Walaupun kasus ini udah lama Walikota juga harus pikir jauh bagaimana hari ini kedepan harus lebih baik. Karena kota Sukabumi masalahnya banyak sekali.” Terangnya.

Ditempat yang sama Sekertaris Jenderal LSM Annahl Syah Arif Sekertaris sangat mengapresiasi atas kinerja walikota Sukabumi H. Ayep Zaki atas kasus bullying tersebut

” Beliau secara cepat merespons persoalan tentang dugaan kasus Persekusi anak dibawah umur. Secara lembaga dari Annahl kami apresiasi. Mudah mudahan masalah masalah lainnya pun walikota harus gercep . Karena ini masalah kemanusiaan.” Ujarnya

Syah Arif  menegaskan secara khusus Annahl menyampaikan dukungan untuk menyelesaikan masalah ini ke walikota agar lebih tepat.

” Kami mengapresiasi tentang responnya walikota hari ini dan Annahl sendiri siap mengawalnya.” Tuturnya.

Syah Arif menambahkan Annahl sendiri melihat kasus ini bukan lagi bullying tapi Persekusi berdasarkan data dan fakta  alat bukti  hasil  dari dokter dokter yang ahli yang disampaikan orang tua korban kepada walikota.

” Kita harus optimis apalagi pak walikota sudah respon persoalan ini tinggal kita tunggu hasilnya. Karena ini solusi tepat

(Prim RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Maut di Tengah Maraknya PETI Kuantan Singingi, Seorang Penambang Tewas Tenggelam, Pengawasan Aparat Kembali Jadi Sorotan
Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:29 WIB

Tragedi Maut di Tengah Maraknya PETI Kuantan Singingi, Seorang Penambang Tewas Tenggelam, Pengawasan Aparat Kembali Jadi Sorotan

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Berita Terbaru