SUARARAKYAT.info||Sumatera Barat – Peredaran rokok ilegal merek Feloz semakin menggurita di berbagai wilayah Sumatera Barat dan Riau. Meski sebelumnya aparat Bea Cukai sempat melakukan penggerebekan di Payakumbuh, nyatanya rokok tanpa izin resmi tersebut kini justru semakin leluasa beredar dengan berbagai varian baru yang marak di pasaran.senin (18/8/2025)
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktor besar di balik bisnis ini bukan sekadar pemain kecil. Sosok berinisial Arif Budiman diduga kuat menjadi pengendali utama jaringan distribusi rokok ilegal Feloz. Ia disebut memiliki pengaruh besar hingga berani “mengamankan” bisnisnya melalui pembayaran upeti kepada oknum tertentu, agar distribusi rokoknya tetap mulus tanpa hambatan hukum.
Keterlibatan nama Budi asal Payakumbuh sebagai big bos Feloz juga dibenarkan oleh salah seorang pengusaha rokok ilegal asal Pekanbaru bermarga Naga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk merek Feloz bukan kami bang, Budi Payakumbuh itu bos besarnya,” ujarnya blak-blakan.
Modus Operandi: Pita Palsu hingga Bekas
Modus yang digunakan jaringan Feloz bervariasi, mulai dari salah tempel pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, hingga memanfaatkan pita cukai bekas. Praktik semacam ini jelas merugikan negara karena penerimaan cukai hilang miliaran rupiah, sekaligus merusak iklim usaha rokok legal yang selama ini taat aturan.
Bahaya Kesehatan Mengintai Konsumen
Tak hanya merugikan negara, rokok Feloz juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Seorang konsumen, Y (31), mengaku mengalami gangguan kesehatan setelah mencoba varian mentol Feloz.
“Awalnya saya tertarik karena harganya murah dan ada rasa mentol. Tapi setelah dicoba, malah batuk parah, mual, tenggorokan kering. Padahal kata teman enak, ternyata tidak bagi saya,” keluhnya.
Bahkan dari laporan lapangan, sejumlah konsumen disebut mengalami batuk berdarah hingga gangguan pernapasan serius akibat mengonsumsi rokok ilegal tersebut. Diduga, rokok Feloz mengandung campuran bahan kimia yang tidak jelas dan berbahaya.
Magnet bagi Perokok Pemula
Harga murah menjadi daya tarik utama Feloz. Namun inilah yang justru menjerumuskan banyak remaja dan pemula untuk mencoba merokok, sehingga angka perokok baru meningkat tajam. Belakangan, harga di pasaran pun merangkak naik hingga Rp18-20 ribu per bungkus, sebuah indikasi bahwa jaringan distribusinya semakin kokoh dan luas.
Peredaran di Kuansing dan Wilayah Lain
Selain di Payakumbuh dan Pekanbaru, peredaran rokok ilegal Feloz juga diketahui masuk ke wilayah Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Di daerah tersebut, rokok tanpa cukai ini dengan mudah ditemukan di warung-warung kecil, menunjukkan lemahnya pengawasan aparat di tingkat daerah.
Tuntutan Masyarakat
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Direktorat Bea dan Cukai, tidak hanya berhenti pada razia seremonial, melainkan benar-benar menindak tegas mafia rokok ilegal ini. Jika benar ada nama Arif Budiman atau Budi di balik peredaran Feloz, maka ini menjadi ujian besar bagi transparansi hukum di negeri ini.
Penegakan hukum yang tegas tanpa kompromi diharapkan mampu memutus mata rantai bisnis hitam rokok ilegal, menghentikan praktik suap dan upeti, serta melindungi masyarakat dari bahaya kesehatan dan kerugian negara yang kian membengkak.
Hingga berita ini diterbitkan, big bos yang diduga tersebut belum terkonfirmasi wartawan, dan akan menggali informasi lanjutan dengan akurat
(Athia)














