Terminal Tipe C Kota Sukabumi Terlantar dan Sepi, Diduga Jadi Proyek Mubazir Pemborosan Anggaran Negara

- Penulis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Hampir satu dekade sejak diresmikan, Terminal Tipe C di Kota Sukabumi justru berubah menjadi simbol kegagalan perencanaan dan dugaan pemborosan anggaran negara. Alih-alih ramai oleh penumpang dan aktivitas perdagangan, terminal ini kini bak kota mati: sunyi, lengang, dan dipenuhi ruko-ruko yang pintunya tertutup rapat.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana yang memprihatinkan. Ruko-ruko yang dibangun berjejer di sepanjang area terminal dibiarkan kosong, catnya mulai pudar, sebagian bahkan sudah mulai rusak dimakan waktu. Di bagian peron, tidak tampak antrean penumpang maupun kesibukan angkutan umum. Petugas dari Dinas Perhubungan memang terlihat hadir, namun hanya duduk santai tanpa aktivitas berarti, seolah terminal ini hanyalah bangunan yang berdiri tanpa fungsi.

Salah satu penyewa ruko ibu euis (55) mengatakan bahwa selama ini sepi pengunjung,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya selama ini sepi pengunjung, boro boro buat bayar cicilan ruko tiap bulan nya, buat keseharian aja tidak menutupi. Kondisi terminal memang terlihat mewah dan besar tapi pengunjungnya kurang dan nyaris saya jualan juga tidak laku”.jelasnya kepada wartawan suararakyat.info

Ditempat terpisah,Wahyu Ruli Permana, Wakil Sekretaris Jenderal DPP LSM Kompak (Koalisi Masyarakat Pengawal Konstitusi), mengkritik keras kondisi ini. Menurutnya, terminal yang menghabiskan dana besar dari kas negara seharusnya menjadi fasilitas publik yang hidup, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

READ  Lanjut Protes Sejumlah Sopir Angkot dan Pengurus Meradang,Penarikan Retribusi Rp3.000 Tanpa Sosialisasi Dituding Bebani Rakyat Kecil

“Ini sangat jelas menunjukkan lemahnya perencanaan dan minimnya sosialisasi. Bagaimana mungkin sebuah terminal yang sudah dibangun dengan dana rakyat justru tidak dimanfaatkan dengan baik? Ini berpotensi menjadi contoh pemborosan anggaran yang nyata,” tegas Wahyu.sabtu (9/8/2025)

 

Ia juga mendesak pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Sosialisasi kepada operator angkutan, pengaturan trayek, hingga upaya menggairahkan kembali aktivitas ekonomi di sekitar terminal harus menjadi prioritas. Tanpa langkah tegas, keberadaan Terminal Tipe C hanya akan menjadi monumen kegagalan yang membebani APBN maupun APBD.

Kasus terminal sepi bukanlah hal baru di berbagai daerah di Indonesia. Banyak proyek infrastruktur transportasi dibangun dengan alasan meningkatkan konektivitas, namun setelah peresmian justru dibiarkan terbengkalai karena lemahnya kajian kebutuhan dan manajemen pasca-pembangunan.

Warga sekitar berharap, pemerintah tidak hanya sibuk membangun proyek-proyek fisik untuk pencitraan, tetapi juga memastikan pengelolaan yang tepat agar fasilitas publik benar-benar memberi manfaat. Sebab, setiap rupiah yang dibelanjakan untuk membangun infrastruktur adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.

 

(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Maut di Tengah Maraknya PETI Kuantan Singingi, Seorang Penambang Tewas Tenggelam, Pengawasan Aparat Kembali Jadi Sorotan
Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Berita Terbaru