Lanjut Protes Sejumlah Sopir Angkot dan Pengurus Meradang,Penarikan Retribusi Rp3.000 Tanpa Sosialisasi Dituding Bebani Rakyat Kecil

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 04:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Gelombang penolakan datang dari para sopir dan pengurus jalur angkutan kota (angkot) trayek No. 09 jurusan Cibadak–Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Mereka memprotes keras kebijakan baru penarikan retribusi sebesar Rp3.000 per hari yang dinilai membebani dan diberlakukan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

Kebijakan yang mulai diterapkan oleh pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, memicu keresahan di kalangan sopir. Dalam aksi penolakan yang terekam dalam video dan disampaikan dalam berbagai forum, mereka menegaskan bahwa retribusi tersebut dianggap tidak adil, apalagi di tengah kondisi ekonomi para sopir yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi dan di tengah persaingan ketat dengan transportasi daring.

“Kami merasa terbebani, lalu dampak manfaatnya apa, tidak ada yang dirasakan signifikan terhadap para sopir angkot, kondisi saat ini sangat sulit dalam pendapatan.sekarang di tambah lagi retribusi yang memberatkan”.Ujarnya dieng sapaan akrabnya pada jumat (2/5/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih di tempat yang sama para pengemudi dan pengurus jalur,menyatakan bahwa kebijakan ini diterapkan secara tiba-tiba tanpa adanya dialog atau pertemuan sebelumnya dengan pihak yang terdampak langsung.

“Kami merasa seperti diperas. Tidak ada pemberitahuan resmi, tahu-tahu sudah ditarik uangnya,” lanjut ketuanpenhurus jalur 09 dengan nada geram.

READ  Ketua Umum GAWARIS Kecam Keras Penganiayaan Wartawan di Wilayah Hukum Kecamatan Sumberjaya Majalengka.

Para sopir mengungkapkan bahwa penghasilan harian mereka sangat bergantung pada jumlah penumpang, yang belakangan ini semakin menurun. Dengan penghasilan yang pas-pasan, beban tambahan retribusi harian sebesar Rp3.000 dirasa sangat tidak manusiawi. Selain itu, banyak dari mereka mempertanyakan transparansi dan tujuan penggunaan dana retribusi tersebut.

Kepada Dinas Perhubungan dan Bupati Sukabumi, para pengemudi meminta agar kebijakan ini ditinjau ulang bahkan dihapuskan sama sekali. Mereka menuntut agar pemerintah lebih berpihak kepada rakyat kecil, bukan justru menambah beban hidup mereka dengan pungutan yang tidak jelas.

Aksi penolakan ini berpotensi meluas jika tidak segera ditanggapi oleh pihak terkait. Sejumlah pengurus jalur bahkan mengancam akan melakukan aksi mogok massal atau demonstrasi jika permintaan mereka tidak diakomodasi. Mereka berharap pemerintah daerah membuka ruang dialog terbuka untuk mencari solusi yang adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat bawah.

Masalah ini menjadi cermin pentingnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan publik. Tanpa itu, potensi konflik dan ketidakpuasan akan terus berulang.

 

(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi
Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi
Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan
Jalan Karangtengah Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Terancam Tergelincir dan Jarak Pandang Terganggu
Gedung MUI Sukabumi Disegel Kontraktor, Dugaan Tunggakan Pembayaran Pekerjaan Paving Blok Memicu Polemik
Anggaran Rp5,9 Miliar Dipersoalkan,Proyek Lapang Sekarwangi Dinilai Abaikan Krisis Warga dan Potensi Risiko Tata Ruang
Anggaran Proyek Gedung Dipertanyakan, MUI Angkat Bicara: Dugaan Krisis Transparansi Pemkab Sukabumi Mengemuka
Transparansi Dipertanyakan, Mahasiswa Desak Pemkot Sukabumi Buka Data Insentif Daerah dan Copot Sekda
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:11 WIB

Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi

Rabu, 15 April 2026 - 04:00 WIB

Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi

Rabu, 15 April 2026 - 01:31 WIB

Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan

Minggu, 12 April 2026 - 05:56 WIB

Jalan Karangtengah Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Terancam Tergelincir dan Jarak Pandang Terganggu

Sabtu, 11 April 2026 - 07:20 WIB

Gedung MUI Sukabumi Disegel Kontraktor, Dugaan Tunggakan Pembayaran Pekerjaan Paving Blok Memicu Polemik

Berita Terbaru