Suararakyat.info.Jakarta – Kacang mete bukan sekadar camilan lezat yang digemari berbagai kalangan, melainkan juga merupakan sumber nutrisi yang menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Kaya akan protein, lemak sehat, zat besi, magnesium, hingga antioksidan, kacang mete berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, menguatkan tulang, menjaga elastisitas kulit, serta mendukung pengelolaan berat badan yang ideal.(4/8/2025)
Di balik kelezatan dan kandungan gizinya, kacang mete juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Permintaan pasar terhadap kacang mete, baik dalam bentuk mentah maupun olahan, terus meningkat di tingkat nasional maupun global. Melihat peluang besar ini, Kementerian Pertanian (Kementan) RI menaruh perhatian khusus terhadap pengembangan kacang mete sebagai komoditas unggulan nasional yang perlu terus didorong hilirisasinya.
“Pengembangan kacang mete dari hulu hingga hilir menjadi salah satu fokus strategi pertanian kita saat ini. Ini penting tidak hanya untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar ekspor, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani di sentra-sentra produksi kacang mete,” ujar Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dalam sebuah pernyataan tertulis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memperkuat rantai pasok kacang mete nasional. Mulai dari pendampingan budidaya di tingkat petani, penyediaan bibit unggul, pelatihan pengolahan pascapanen, hingga fasilitasi akses pasar dan promosi produk olahan ke luar negeri. Daerah-daerah sentra produksi seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara, dan sebagian wilayah Jawa Timur kini tengah dipacu untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi pengolahan.
Di sisi hilir, pengolahan kacang mete tidak hanya terbatas pada kacang goreng atau sangrai, tetapi telah berkembang menjadi beragam produk bernilai tambah, seperti susu mete, selai, tepung, minyak mete, hingga makanan ringan sehat yang menyasar pasar ekspor. Permintaan dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Belanda, hingga Uni Emirat Arab menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir.
“Jika petani hanya menjual kacang mete dalam bentuk mentah, maka nilai ekonominya akan rendah. Tapi dengan adanya pengolahan, maka akan ada peningkatan nilai berkali-kali lipat. Ini yang sedang kita dorong dalam hilirisasi pertanian,” jelasnya lagi.
Kementan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, koperasi petani, dan institusi pendidikan untuk membangun ekosistem pertanian kacang mete yang tangguh, berkelanjutan, dan kompetitif. Di tengah tantangan krisis pangan global, penguatan komoditas lokal seperti kacang mete dinilai menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional.
Dengan semangat hilirisasi dan semangat membangun dari desa, kacang mete diharapkan menjadi contoh sukses bagaimana komoditas lokal Indonesia bisa naik kelas, menembus pasar internasional, dan menjadi penopang masa depan pertanian Indonesia yang modern, sehat, dan sejahtera.
(**)














