Suararakyat.info.Sukabumi-Dalam upaya mendorong ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, bersama Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M, meresmikan sistem pengairan pertanian di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/7/2025).
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan pertanian modern di Jawa Barat, khususnya dalam mengubah karakteristik lahan tadah hujan menjadi lahan irigasi yang produktif. Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Ciburial tersebut dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai unsur, termasuk jajaran TNI-Polri, Pemerintah Daerah, DPRD, dan masyarakat tani setempat.
Jenderal TNI Maruli dan Gubernur Dedi Mulyadi tiba di lokasi menggunakan helikopter MI-17 V5 dengan nomor registrasi HA-5140, yang mendarat di helipad Lapangan Bola Ciburial pada pukul 08.54 WIB. Rombongan disambut meriah dengan tarian tradisional lengser oleh siswa-siswi SMAN 1 Ciracap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko, Dankodiklat Letjen TNI Mohamad Hasan, Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan, serta sejumlah pejabat tinggi TNI AD lainnya seperti Asintel, Asops, Aspers, dan Aslog Kasad. Jajaran pemerintah daerah juga tampak mendukung penuh kegiatan ini, seperti Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, Ketua DPRD Sukabumi Budi Azhar Mutawali, hingga Kadis Pertanian Sri Hastuti Harahap.
Setelah menerima paparan teknis dari Koordinator Lapangan Lettu Czi Aditya, peresmian dilakukan secara simbolis dengan penekanan tombol sirine oleh KASAD dan Gubernur Jawa Barat.
Dalam pernyataan kepada media, KASAD Jenderal Maruli menyampaikan kebahagiaannya atas terlaksananya proyek pemanfaatan lahan tadah hujan seluas 424 hektare yang kini mampu dipanen 2 hingga 3 kali dalam setahun. Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan terima kasih kepada TNI atas dukungannya dan menargetkan dalam dua tahun ke depan, tidak ada lagi sawah tadah hujan di wilayah Jawa Barat. Ia juga berkomitmen membangun 1.000 titik air bersih serta mencukupi kebutuhan sekolah di daerah-daerah yang masih kekurangan.

Dalam sambutannya, KASAD mengungkapkan bahwa total lahan sawah tadah hujan yang berhasil dijangkau program pengairan TNI di Jawa Barat mencapai 5.495 hektare yang tersebar di 53 titik. Proyek ini merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan infrastruktur pertanian nasional.
Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan penelitian terhadap bibit padi unggulan guna menunjang produktivitas pertanian. Ia juga menyampaikan rencana untuk melaksanakan Karya Bakti TNI pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar guna memperbaiki infrastruktur jalan yang masih rusak.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, KASAD yang didampingi Gubernur Jabar menyerahkan bantuan paket sembako sebanyak 500 paket kepada masyarakat dan kelompok tani, secara simbolis diberikan kepada 10 orang perwakilan. Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama, doa bersama, dan ramah tamah.
Menariknya, dalam upaya memastikan keberlangsungan program pengairan selama satu tahun ke depan, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp20 juta kepada Babinsa setempat sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengawasan program pertanian di wilayahnya.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, pada pukul 11.08 WIB, Jenderal Maruli dan Gubernur Jawa Barat bersama rombongan kembali take-off menggunakan helikopter menuju Lanud Husein Sastranegara Bandung.
Peresmian pengairan pertanian ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Dengan terjaminnya pasokan air irigasi sepanjang tahun, petani diharapkan tidak lagi bergantung pada musim hujan dan mampu meningkatkan frekuensi panen serta pendapatan mereka.
Program ini juga menunjukkan sinergitas antara TNI AD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjalankan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan penguatan ketahanan nasional dari sektor pangan.
(Hs)














