Suararakyat.info.Riau- Bertempat auditorium lantai 4 haji rawi Universitas Islam Riau, pengurus PPMLN menghadiri undangan kuliah umum yg dilaksanakan oleh universitas Islam Riau bersama menteri pekerja migran Indonesia haji Abdul Kadir Karding Spi MSI dikota Pekanbaru Rabu 16 juli 2025.bersama BEM se Riau.ppmln yg di dihadiri ketua umum Hasbi kurniallah, sekretaris umum umarul Ahmad ,serta ketua bidang agama dan sosial ppmln haji Hamzah Ahmad.
Kuliah umum yang yg berjudul ; peluang kerja luar negeri dan migrasi aman.
Yang di adakan oleh pihak UIR (universitas Islam Riau)yg merupakan salah satu universitas terkemuka di propinsi Riau.Kegiatan tersebut dihadiri langsung menteri PMI haji Abdul Kadir Karding Spi MSI,rektor universitas Islam Riau Assoc prof.Dr Admiral SH MH.dari pemerintah propinsi di hadiri oleh kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi .boby Rahmat st.mt.kepala bp3mi Riau Fanny Wahyu .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti yang disampaikan oleh sekretaris umum ppmln umarul Ahmad: Alhamdulillah syukur hari ni kita mendapatkan undangan untuk menghadiri kuliah umum di UIR,dan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat hadir di kalangan para mahasiswa,kaum intelektual cerdik pandai tokoh akademisi dan mendapat ilmu pengetahuan yang intinya menambah ilmu pengetahuan.
Begitu juga ketua umum ppmln husbi kurniallah mengucapkan ribuan terima kasih kepada pihak UIR yg telah mengundang kami di kuliah umum ini.
Haji Abdul Kadir Karding dalam kuliahnya menekankan bahwa paradigma ttg pekerja migran Indonesia (PMI) perlu di ubah.ia menjelaskan bahwa pekerja migran bukan sekedar tenaga kerja informal SPT asisten rumah tangga , melainkan seluruh WNI yang bekerja dan mendapatkan Upah diluar wilayah Indonesia, termasuk kalangan propesional seperti doktor, ahli iT, perawat maupun pekerja di sektor industri.
“Menurut UU no 18 tahun 2017, siapapun warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri dan mendapatkan Upah , mereka adalah pekerja migran.ibu Sri Mulyani saat di IMF, pak habibie saat di Jerman, bahkan pelatih dan atlet sepakbola seperti Asnawi pun masuk dlm kategori pekerja migran ,”jelasnya.
ia juga menyampaikan bahwa jumlah pekerja migran Indonesia sangat besar yaitu sekitar 5, 2 juta yg terdaftar secara prosedural , dan sekitar jumlah yg sama bekerja secara non prosedural . karena itu negara TDK boleh abai terhadap perlindungan mereka.

“Pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan , baik kepada pekerja migran yang legal maupun yang non prosedural.mereka semua adalah warga negara yang berjuang untuk kehidupan keluarga ,”ujar menteri.
Dalam kuliah umum tersebut , Abdul Kadir juga memaparkan pentingnya membangun jaringan internasional dan keterampilan global sejak dini.ia mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi pekerja kompeten yg mampu bersaing di luar negeri, terutama di sektor -sektor strategis seperti perawat, teknologi informasi dan hospitality .
“Saat ini , perawat yang bekerja di Jerman bisa mendapatkan gaji Rp 30 hingga 50 juta per bulan.bahkan, ada tenaga kesehatan di Amerika yg memperoleh penghasilan hingga 1 milyar per bulan.ini bukan ilusi, tapi peluang nyata jika kita memiliki sertifikasi dan keterampilan yang mumpuni ,”tegasnya.
Dalam sesi wawancara dengan wartawan , Abdul Kadir menegaskan bahwa rendahnya pemahaman masyarakat tentang tata cara migrasi aman menjadi salah satu tantangan besar pemerintah . oleh karena itu kementeriannya secara aktif melakukan sosialisasi ke kampus -kampus , sekolah -sekolah kejuruan , serta kelompok masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri.maka kami terus membangun kerjasama dengan berbagai pihak , termasuk kampus, pemerintah daerah, lembaga swasta dan masyarakat sipil.Kolaborasi adalah kunci ,”ungkapnya.
(Umarul)














