Ketika Transparansi Dipertanyakan, Ketua Forum Angkat Bicara: Insiden Puskesmas Bojonggenteng Ungkap Resistensi terhadap Kontrol Sosial

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Upaya mendorong keterbukaan anggaran dan tata kelola pelayanan publik kembali menghadapi tembok tebal birokrasi. Ketua Forum Sehat dan Forum Organisasi Kecamatan Bojonggenteng, Yulius Abdillah, menyoroti dengan tegas respons yang tidak pantas dari oknum pejabat Puskesmas Bojonggenteng saat dirinya mencoba menjembatani konfirmasi terkait isu transparansi anggaran yang beredar di masyarakat dan media.

Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin dua forum strategis tingkat kecamatan, Yulius menyampaikan bahwa insiden ini bukan sekadar soal komunikasi yang buruk, tetapi memperlihatkan gejala resistensi terhadap peran masyarakat sipil dalam melakukan pengawasan sosial. Sebuah gejala yang berbahaya jika dibiarkan tumbuh di tubuh institusi pelayanan publik.

“Ketika kita sebagai masyarakat ingin tahu soal penggunaan anggaran publik, yang seharusnya transparan, kenapa malah disambut dengan sikap defensif dan melecehkan?” ungkap Yulius dengan nada serius.(4/7/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah bermula saat Yulius, yang juga aktif sebagai jurnalis, menerima permintaan dari redaksi media untuk mengklarifikasi lebih dulu informasi tentang dugaan tidak transparannya anggaran Puskesmas Bojonggenteng sebelum isu tersebut dirilis ke publik. Alih-alih mendapat respon terbuka sebagaimana mestinya, konfirmasi yang diajukan justru disambut dengan nada meledek yang menurut Yulius menyiratkan penghinaan terhadap fungsi kontrol sosial masyarakat.

“Saya di sana bukan dalam posisi menyerang, tapi menjembatani klarifikasi. Sayangnya, responsnya justru bernada mencibir seolah kami ini mengganggu,” tutur Yulius, menirukan kembali suasana komunikasi yang membuatnya tersinggung.

Ketika ia menyampaikan keberatannya atas perlakuan tersebut lewat pesan WhatsApp berbahasa Sunda, Kepala Puskesmas akhirnya menghubungi dan menyampaikan permintaan maaf. Rekaman suara bernada sinis pun dihapus. Namun, permintaan maaf itu tidak serta merta menghapus kesan bahwa ada upaya merendahkan niat baik masyarakat untuk menjaga akuntabilitas.

READ  Dua Tokoh Kunci OPM Kembali ke Pangkuan NKRI, Tanda Damai dari Tanah Maybrat

Insiden ini memunculkan pertanyaan mendasar: Mengapa permintaan klarifikasi mengenai anggaran publik dipandang sebagai ancaman? Jika institusi publik bekerja secara transparan, maka membuka ruang diskusi dan memberi penjelasan seharusnya menjadi bagian dari kewajiban, bukan beban.

Yulius bahkan sempat melontarkan niatnya untuk mundur dari jabatan ketua forum jika ruang partisipasi warga memang tidak lagi dihargai.

“Kalau memang forum masyarakat hanya dilihat sebagai beban atau pengganggu, maka lebih baik kami mundur. Daripada forum ini justru dicurigai setiap kali menjalankan fungsi sosialnya,” tegasnya.

Forum Sehat dan Forum Organisasi Kecamatan Bojonggenteng selama ini dikenal sebagai mitra pemerintah yang aktif mendorong kolaborasi dalam berbagai isu sosial dan kesehatan. Bagi Yulius, keterbukaan adalah inti dari kemitraan tersebut.

Ia menyatakan komitmennya untuk tetap membangun sinergitas antara masyarakat, pemerintah, dan media, namun dengan satu syarat: harus ada keterbukaan dan penghargaan terhadap aspirasi warga.

“Kalau ruang diskusi sudah dipersempit, maka yang akan tumbuh adalah ketidakpercayaan publik. Itu jauh lebih berbahaya daripada sekadar kritik atau pertanyaan soal anggaran,” tandasnya.

Yulius menutup dengan ajakan reflektif agar kejadian ini menjadi titik balik. Pemerintah lokal diminta untuk tidak alergi terhadap transparansi, apalagi terhadap pertanyaan yang muncul dari publik yang berhak tahu.

 

(AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kasus Dugaan Sodomi Anak di Bawah Umur, Aparat Bergerak Cepat Tangani Korban dan Kejar Pelaku
Catatkan Performa Positif Q1 2026, Laba Bersih HKA Melampaui Target Hingga 184%
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Rajut Silaturahmi di Tanah Melayu, Laskar Se-Riau Serukan Persatuan dan Kebangkitan Budaya
Pemkot Sorong Genjot Program Kebersihan Demi Lingkungan Sehat: Langkah Nyata Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman
Panglima Armada III Beri Penghargaan kepada Prajurit Berprestasi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Viral Kasus Dugaan Sodomi Anak di Bawah Umur, Aparat Bergerak Cepat Tangani Korban dan Kejar Pelaku

Sabtu, 18 April 2026 - 07:53 WIB

Catatkan Performa Positif Q1 2026, Laba Bersih HKA Melampaui Target Hingga 184%

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru