Suararakyat.info.Kuansing, Riau –Penambagan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah daerah di Kabupaten Kuantan Singingi hingga saat ini semakin marak dan meresahkan. Aktivitas PETI menimbulkan kerusakan lingkungan dan kelangkahan BBM bersubsidi bahkan menimbulkan korban jiwa.
Kejadian yang menelan korban jiwa sudah sering terjadi di wilayah kabupaten Kuansing akibat praktik illegal ini, namun sepertinya tidak memberikan efek jerah bagi para pelaku PETI, semakin marak untuk beraktivitas.
Dari pantauan awak media , Aktifitas PETI, salah satunya di Desa Beringin Taluk Kecamatan Kuantan Tengah masih beroperasi siang malam.(01/07/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terpantau Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih terus berlangsung secara ‘brutal’, hal ini memicu dugaan dibalik aktivitas secara ilegal, apakah pelaku yang kebal hukum atau dugaan perlindungan dari pihak oknum APH itu sendiri ??
Aktivitas ini tidak hanya membahayakan nyawa para pekerja, tetapi juga merusak lingkungan di sekitarnya. Penggunaan merkuri dan bahan kimia berbahaya lainnya dalam proses penambangan ilegal sering kali mencemari sungai dan lahan pertanian di sekitar lokasi tambang, yang berdampak negatif pada ekosistem serta kesehatan masyarakat

Warga punya harapan besar,bagaiamana keberlanjutan komitmen penindakan dan pemberantasan PETI , dalam laporannya warga kembali mengabarkan salah satu wilayah yang saat ini gencar dilakukannya aktivitas PETI yang berada di Desa Beringin Taluk
Saat ini di Desa Beringin Taluk masih saja beraktivitas secara terang-terangan, bak kebal hukum ” terangnya.
Selanjutnya narasumber awak media, menjelaskan aktivitas PETI di lokasi Beringin Taluk diduga beberapa pemilik dan salahsatunya diduga Milik inisial Diki. Dan ada beberapa titik lokasi.
“Ada beberapa lokasi, dan terdapat sedikitnya tiga rakit PETI, pemilik juga berbeda, datang aja ke lokasi ” Ujarnya
Oleh narasumber yang berbeda menambahkan, Saat ini Aktifitas PETI di Desa Serosah kec Kuantan Hulu termasuk partai besar dan menjadi surga-Nya bagi para mafia tambang, para penambang menggunakan sejumlah alat berat jenis excavator selain rakit Dompeng untuk beroperasi. Sambil ia teruskan kepada awak media beberapa foto dan video Rakit PETI dan Unit Excavator serta Sherlock lokasi aktivitas PETI yang sedang beraktivitas.
Tidak hanya itu BBM yang digunakan juga merupakan BBM bersubsidi yang di ambil dari SPBU terdekat.
Terkait hal ini awak media masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak bersangkutan dan Polres Kuansing melalui Kasat Reskrim Shilton, dan Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari pihak yang sudah dikonfirmasi awak media
(Athia)














