Suararakyat.info.Sigi,Sulteng –Kunjungan kerja Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, ke kawasan transmigrasi Palolo di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada awal Juni 2025 lalu menjadi momentum penting dalam upaya pembaruan arah kebijakan transmigrasi nasional. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Iftitah menegaskan komitmen Kementerian Transmigrasi untuk mengembangkan model baru yang lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan wilayah yakni melalui pembentukan Koridor Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi.
Konsep ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan penguatan konektivitas antarwilayah transmigrasi dan optimalisasi potensi lokal. Di Sulawesi Tengah, sejumlah kawasan transmigrasi dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun selama ini, keterpencilan lokasi dan minimnya interkoneksi antarwilayah membuat pengembangan kawasan menjadi stagnan. Oleh karena itu, pembentukan koridor ekonomi diharapkan dapat menghubungkan kawasan-kawasan transmigrasi prioritas dalam satu jalur pembangunan terpadu baik dari sisi infrastruktur, industri pertanian, hingga ekosistem pemasaran.
“Kita ingin membangun bukan hanya desa atau permukiman baru, tapi pusat-pusat ekonomi baru yang terintegrasi dan saling menguatkan. Transmigrasi jangan lagi dilihat sebagai perpindahan penduduk semata, tapi sebagai strategi pembangunan wilayah nasional yang cerdas,” tegas Menteri Iftitah dalam pernyataannya di Palolo.(25/6/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koridor ekonomi transmigrasi ini dirancang menghubungkan beberapa lokasi transmigrasi unggulan di Sulawesi Tengah, termasuk Palolo (Kabupaten Sigi), Mepanga (Kabupaten Parigi Moutong), serta kawasan transmigrasi lainnya yang memiliki potensi komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, padi organik, dan hortikultura. Kementerian berencana mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan penghubung antar-kawasan, jaringan irigasi, fasilitas penyimpanan hasil pertanian, hingga digitalisasi akses pasar melalui platform daring berbasis komunitas.
Tak hanya itu, keterlibatan pemerintah daerah juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama kabupaten terkait menyatakan kesiapan mereka dalam mendukung rencana strategis tersebut, termasuk penyediaan lahan, perizinan, dan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat transmigran.
“Kami menyambut baik konsep Koridor Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi. Ini langkah maju untuk memastikan pembangunan tidak hanya terfokus di kota-kota besar, tapi menyentuh langsung desa-desa baru yang dibangun lewat transmigrasi,” ujar Bupati Sigi, Mohamad Irwan, yang turut mendampingi kunjungan menteri.
Kawasan transmigrasi Palolo sendiri telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam produksi komoditas pertanian. Namun dengan masuknya konsep koridor ekonomi, kawasan ini ditargetkan untuk dikembangkan sebagai simpul logistik dan distribusi hasil bumi dari wilayah transmigrasi lainnya di sekitarnya.
Program ini juga akan melibatkan kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan, agar pengembangan kawasan tidak hanya bersifat sektoral, melainkan lintas bidang secara terpadu.
Menteri Iftitah menambahkan bahwa inisiatif ini akan menjadi proyek percontohan yang nantinya dapat direplikasi ke provinsi lain, seperti Kalimantan Barat, Papua, dan Maluku Utara. “Kita ingin transmigrasi menjadi solusi pemerataan ekonomi dan demografi Indonesia. Ini bukan program masa lalu, tapi solusi masa depan,” tutupnya.
Dengan dimulainya implementasi konsep Koridor Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi di Sulawesi Tengah, pemerintah berharap terciptanya kawasan-kawasan baru yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi, serta mampu mendorong transformasi sosial-ekonomi berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.
(Hs)














