Suararakyat.info.Depok– Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) kembali menunjukkan kiprah nyatanya dalam memerangi bahaya narkoba melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif. Salah satunya lewat gelaran “Mancing Bareng” yang diadakan di Empang Santo Mawan 168,pada Minggu (29/6).

Acara yang mengangkat semangat kebersamaan ini diikuti oleh 44 tim pemancing dari berbagai komunitas di Jabodetabek, serta didukung penuh oleh para donatur, tokoh masyarakat, dan penggiat anti narkotika. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang hobi dan kompetisi, tetapi juga media efektif untuk menyosialisasikan bahaya narkoba secara santai dan merakyat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
500 Kilogram Ikan Ditebar, Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Guna menyemarakkan kompetisi, panitia menyediakan total 500 kg ikan yang terdiri dari 350 kg ikan rame, 50 kg ikan induk, serta tambahan 100 kg ikan bonus dari Bang Thole dan Andini Group. Seluruh ikan ditebar secara merata agar peluang menang dapat dinikmati oleh semua peserta secara adil.

“Ini bukan sekadar lomba mancing. Di balik kail dan umpan, ada pesan kuat bahwa kita semua punya tanggung jawab melawan narkoba. Kami ingin membuat masyarakat terlibat dalam gerakan ini dengan cara yang menyenangkan,” ujar agus kurniawan ketua GMDM Depok

Hadiah yang disiapkan pun tak main-main. Jika seluruh lapak terisi penuh, maka pemenang Induk 1 akan mendapatkan Rp 8,8 juta, disusul Induk 2 (Rp 4,4 juta), Induk 3 (Rp 2,2 juta), dan Induk 4 (Rp 1,1 juta). Wilayah A dan B masing-masing menyediakan total hadiah Rp 2,4 juta, ditambah satu hadiah spesial “Induk Terberat” senilai Rp 2,2 juta.
Ketentuan Lomba dan Etika Pemancingan

Panitia menetapkan sejumlah aturan demi menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kondusivitas acara. Setiap peserta hanya diperbolehkan menggunakan satu joran dan maksimal dua mata kail dalam satu rangkaian. Umpan pelet dan bom berwarna coklat dilarang digunakan. Selain itu, peserta wajib menjaga batas lapak dan menghormati satu sama lain.

Peserta dan Pendukung
Sebanyak 44 lapak sudah terisi oleh peserta dari berbagai tim, di antaranya: Toko Pancing Satset, Modal Minjem, Legi Bahagia, Mega Fishing, Permata Mas, Burnok, Naninu 1 & 2, PMC Santo Mawan 168, Nayla Fishing, Payola, JK Fishing, Tawon Utan, dan masih banyak lagi. Sementara itu, tim cadangan yang disiapkan antara lain Anak Manis, Tawon Utan, dan Ayam Pelung.

Komitmen kolektif juga tampak dari dukungan para donatur seperti Ranjau 765, Toko Pancing Ulala, dan keluarga besar komunitas Naninu yang turut menyukseskan acara ini secara finansial dan moral.

Menjaring Perhatian, Menebar Kebaikan
Melalui kegiatan ini, GMDM berharap dapat menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat akan bahaya narkoba sekaligus mempererat hubungan sosial antarkomunitas. Pendekatan humanis semacam ini terbukti efektif dalam menyambpaikan pesan-pesan preventif tanpa terkesan menggurui.

“Kalau biasanya kampanye anti narkoba hanya lewat seminar atau brosur, kami coba dengan cara berbeda. Semakin dekat pendekatannya dengan budaya masyarakat, semakin besar dampaknya,” tambah agus kurniawan

Dengan semangat kebersamaan, kesadaran kolektif, dan kegiatan yang menyenangkan, “Mancing Bareng GMDM” bukan hanya lomba memancing biasa. Ia menjadi simbol perlawanan terhadap narkoba yang dikemas dalam bingkai persaudaraan dan kepedulian sosial.
(Hs)














