Kejati Jabar Bongkar Skandal Dana Hibah: Jebakan Korupsi di Balik Seragam Pramuka

- Penulis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bandung- Skandal korupsi kembali mencoreng institusi publik. Kejaksaan Tinggi Jawa Barat secara resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah Pemerintah Kota Bandung yang diberikan kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bandung. Skema yang melibatkan oknum pejabat dan pengurus organisasi ini menyeret dana hibah tahun anggaran 2017, 2018, dan 2020 senilai total Rp6,5 miliar.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, (12/6/2025), Kepala Kejati Jabar mengumumkan nama-nama yang diduga terlibat, yakni D.N.H, D.R, E.M, dan Y.I. Keempatnya memiliki posisi strategis baik di Pemerintah Kota Bandung maupun di tubuh organisasi Pramuka. Y.I, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Bandung dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bandung periode 2016–2021, diduga menjadi aktor utama dalam menyusun dan meloloskan pengajuan dana yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Penelusuran penyidik mengungkap bahwa dalam pengajuan dana hibah untuk tahun 2017 dan 2018, Y.I. dan D.R. secara sadar menyisipkan pos-pos anggaran yang tidak diperbolehkan, seperti biaya representatif dan honorarium staf internal. Padahal, anggaran semacam itu tidak termasuk dalam komponen pembiayaan sesuai Keputusan Wali Kota Bandung terkait standar harga tertinggi satuan barang dan jasa di lingkungan pemerintah kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana yang seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka justru diduga digunakan secara tidak sah. “Kerugian negara yang ditimbulkan dari praktik ini lebih dari 20% dari total dana hibah yang diterima,” tegas juru bicara Kejati Jabar.

READ  Karyawan PT. LG Innotek Indonesia Pakai Pita Hitam Protes Kenaikan Upah Minim

Ketiga tersangka, yakni D.N.H, D.R, dan E.M, telah ditahan di Rutan Kelas I Bandung sejak 12 Juni 2025 berdasarkan surat penahanan resmi yang dikeluarkan oleh Kejati Jabar. Mereka akan menjalani masa tahanan awal selama 20 hari hingga 1 Juli 2025. Sementara itu, tersangka Y.I belum ditahan dalam perkara ini karena ia sedang menjalani proses hukum dalam kasus terpisah, yaitu dugaan korupsi dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini menjadi cermin bagaimana celah korupsi kerap tersembunyi di balik simbol-simbol moral dan pendidikan karakter. Di saat Pramuka digadang-gadang sebagai wahana pembentukan integritas generasi muda, justru dana yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut dijadikan ladang bancakan oleh elite yang seharusnya menjadi teladan.

Skandal ini juga menimbulkan pertanyaan publik mengenai sistem pengawasan atas pemberian dana hibah pemerintah daerah kepada organisasi kemasyarakatan. Lemahnya verifikasi dan lemahnya fungsi kontrol membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan yang berujung pada kerugian negara dan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

 

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Forkopimda Absen di HUT Dadali Pati Ke-9, Komitmen Pemkot Sukabumi terhadap Pelestarian Budaya Dipertanyakan
RUSAIDA Bongkar Dugaan Praktik TPPO, PMI Asal Sukabumi Tertahan di Dubai, Keluarga Dibebani Biaya Pulang
Kasus Peluru Nyasar Alastlogo: PC PMII Pasuruan Sayangkan Sikap Polresta yang Menunggu Laporan Korban
BEM Nusantara Sukabumi Raya Soroti Tata Kelola RSUD Palabuhanratu: Anggaran Puluhan Miliar Digelontorkan, Pelayanan dan Fasilitas Dinilai Belum Sejalan
Diduga Teror Peluru Nyasar di Alastlogo Belum Terpecahkan, BEMPTNU Tapal Kuda Desak Polres Pasuruan Kota Buka Hasil Penyelidikan Secara Transparan
Bupati Sukabumi Drs H Asep Japar M.M. Apresiasi P3 A Dab GP3A Mitra Cai Berperan Vital Dalam Meningkatan Produksi Hasil Pertanian 
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:28 WIB

Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:18 WIB

DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:08 WIB

Forkopimda Absen di HUT Dadali Pati Ke-9, Komitmen Pemkot Sukabumi terhadap Pelestarian Budaya Dipertanyakan

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:03 WIB

RUSAIDA Bongkar Dugaan Praktik TPPO, PMI Asal Sukabumi Tertahan di Dubai, Keluarga Dibebani Biaya Pulang

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kasus Peluru Nyasar Alastlogo: PC PMII Pasuruan Sayangkan Sikap Polresta yang Menunggu Laporan Korban

Berita Terbaru