KDM : Ekonomi Tradisi Jadi Penunjang Pengendalian Inflasi di Jabar

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Krawang-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, ekonomi tradisi akan melengkapi kecanggihan teknologi digital dalam pengendalian inflasi di Jabar.

Hal itu dikatakan KDM sapaan Gubernur Dedi saat memberikan sambutan dalam acara High Level Meeting (Pasamoan Agung) Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah se-Jawa Barat di Kantor Disparbud Kabupaten Karawang,kamis (12/6/2025).

KDM menuturkan bahwa kerangka berpikir terkait tradisi ekonomi di Jabar dapat dikategorisasikan menjadi dua hal yaitu hamparan potensi pedesaan dan hamparan perkotaan. Kedua hal itu menurutnya, dapat menjadi kekuatan Jabar dalam mengendalikan inflasi dengan tetap mengedepankan tradisi ekonomi masyarakat Jabar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya berangkat dari kerangka berpikir tradisi ekonomi Jawa Barat ada dua hamparan karakter manusia. Pertama hamparan pedesaan dan kedua hamparan perkotaan. Hamparan pedesaan itu harus jadi pusat produksi, maka orang Sunda prinsip ekonominya sederhana saeutik mahi, loba nyesa,” ucap KDM.

Kepada para bupati dan wali kota yang hadir, KDM berpesan agar mulai memperhatikan terkait permasalahan biaya yang membebani kebutuhan petani.

“Di bidang pertanian faktor sewanya mahal problem hari ini. Maka dari itu, saya ingin menata desa-desa di Jawa Barat sebagai pusat produksi pangan,” tuturnya.

Selain itu, KDM menceritakan bahwa pemanfaatan lahan kosong yang berada di halaman rumah dapat dimaksimalkan dengan menanam seperti cabai dan sayuran lainnya. Hal itu yang dinamakan ekomomi tradisi.

READ  Misteri Bangunan Tua di Sukabumi: Diduga Jadi Tempat Transit Pengiriman PMI Ilegal, APH Segera Turun Tangan

KDM pun mengajak warga Jabar agar melek teknologi digital dengan memanfaatkan artificial intelligence untuk menunjang dalam berkebun dan bertani.

“Jadi negeri ini kaya punya digital, punya manual, punya ekonomi berbasis teknologi, punya ekonomi berbasis tradisi,” ucapnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muhamad Nur mengatakan ekonomi tradisional menjadi hal penting dalam mengendalikan inflasi. Apalagi menurutnya ada nilai-nilai leluhur nenek moyang yang dapat diteladani untuk diimplementasikan di era digital saat ini.

“Yang sangat menarik itu ternyata ekonomi tradisional itu harus menjadi pegangan kita bersama karena ada nilai-nilai luhur yang di sana bisa menjadi pegangan bagi kita di dalam melakukan meningkatkan kinerja kita menjaga ketahanan pangan,” ucapnya.

Menurut Nur, BI Jabar pun akan berkomitmen dalam menunjang pembiayan pendidikan bagi petani-petani agar semakin terampil dalam mengolah lahan pertanian di Jawa Barat

“Tadi ada satu lagi Pak Gubernur sampaikan teman-teman sekalian bahwa tadi peningkatan investasi nanti oleh pemerintah akan didorong dari sisi pendidikan. Diciptakan pendidikan-pendidikan yang nantinya tenaganya menjadi terampil dan siap digunakan,” katanya.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru