Suararakyat.info.Kuansing, Riau -Sebelumnya telah melaksanakan 143 kali kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum terkait bahaya serta dampak lingkungan dari aktivitas PETI,” ujar Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas ilegal ini. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan berkelanjutan. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas PETI dengan tidak terlibat ataupun mendukung kegiatan tersebut,” tegas Kapolres.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa PETI bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan sosial,” Tambahnya Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian H, seperti di tulis di salahsatu media pada (2/2/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, apa yang disampaikan itu hingga hari ini minggu (25/5/2025) terlihat seperti tidak di Indahkan oleh para pelaku Penambang Emas Tanpa Izin ( PETI ).
Parahnya lagi, aktivitas PETI yang telah lama berlangsung di wilayah hukum kuantan tengah yang tidak jauh-jauh dari beberapa sudut keliling sekitaran kota bahkan suara aktivitas tambang tersebut sebagian kedengaran dari rumah masyarakat, dan rumah atau perkantoran pihak berwenang. Lebih parahnya lagi seperti aliran anak sungai sekitar kota dan yang melintasi tengah jalan lintas kota., siang malam terlihat jelas keruh. Padahal sungai itu lalu lalang dilalui oleh berbagai pihak selain warga sipil.

Hal ini sebenarnya tidak rahasia umum lagi, selain itu informasi dari berbagai narasumber masih berlangsung dari kemaren hingga hari ini minggu 25/5, adapun yang sempat didokumentasi nya berupa foto sambil diteruskan kepada awak media.
Diantaranya, seorang pria warga masyarakat teluk kuantan mengatakan.. bang, aktivitas PETI di Sebrang MASJID ALGANI Sebrang Taluk di Desa Sawa Kec.Kuantan Tengah Kuansing, terlihat tadi 7 unit rakit PETI sedang beroperasi, ini kukirim foto ya bang, “ucapnya sambil disertai foto untuk dokumentasi. Minggu 25/5/2025 sekitar pukul 11.30 wib.
Hingga berita ini di terbitkan, awak media sedang berupaya melakukan konfirmasi ke beberapa pihak termasuk berwenang dan APH.
(Athia)














