Suararakyat.info.Jakarta-Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong inovasi di sektor pertanian, pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama strategis dengan Argentina. Pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, dan Wakil Menteri Pertanian Argentina, Agustin Tejeda Rodriguez, menjadi momentum penting untuk menjajaki kolaborasi dua negara yang sama-sama memiliki kekuatan di sektor agrikultur.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini menandai keseriusan kedua negara dalam membangun hubungan saling menguntungkan, khususnya di bidang pengembangan teknologi pertanian dan penyediaan protein hewani. Pemerintah Indonesia menyambut baik minat Argentina untuk berinvestasi dalam sektor pertanian nasional, namun menegaskan bahwa kepentingan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.
Untuk itu, Indonesia menetapkan tiga syarat utama dalam kerja sama ini. Pertama, produk yang ditawarkan Argentina harus memiliki harga yang kompetitif agar dapat bersaing di pasar domestik. Kedua, kerja sama ini harus menerapkan prinsip imbal dagang, di mana Indonesia juga memperoleh akses pasar bagi produk pertanian dalam negeri di Argentina. Ketiga, seluruh produk hewani yang diimpor dari Argentina harus memiliki jaminan sertifikasi halal guna memenuhi standar dan kebutuhan konsumen Muslim di Indonesia.
“Kami terbuka terhadap kerja sama dengan siapa pun, selama hal itu memberikan manfaat nyata bagi rakyat dan sejalan dengan kepentingan nasional. Kerja sama ini bukan semata soal impor, tetapi soal bagaimana membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat dan mandiri,” ujar Sudaryono.(15/5/2025)
Wamen Argentina, Agustin Tejeda Rodriguez, dalam pertemuan tersebut menyampaikan optimisme atas prospek kemitraan ini. “Argentina melihat Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Kami percaya, melalui pertukaran teknologi dan produk agrikultur, kita bisa menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.”
Langkah ini juga selaras dengan arah kebijakan strategis pemerintah dalam penyediaan pangan bergizi dan terjangkau bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis geopolitik.
Wakil Menteri Pertanian RI menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat transaksional, tetapi juga membawa transfer pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh petani dan pelaku agribisnis di tanah air.
Dengan membuka jalur kemitraan yang saling menguntungkan ini, Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan sistem pangan yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan.
(Red)














