Suararakyat.info.Sukabumi-Dalam upaya mendukung kebijakan baru Kementerian P2MI (Kp2mi) yang berfokus pada perlindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI), Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Alroyyan Cahaya Mandiri membuka program pelatihan bahasa Jepang khusus bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang berminat bekerja di Negeri Sakura.(25/4/2025)
BLKLN Alroyyan Cahaya Mandiri, yang dipimpin oleh Eneng Fitri Mulya selaku Ketua BLK, berlokasi di Kampung Warudoyong RT 001/RW 006 No. 44, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Lembaga ini telah terakreditasi dan memiliki izin resmi dari sistem OSS (Online Single Submission) pemerintah, menjadikannya salah satu lembaga pelatihan yang sah untuk menyelenggarakan pelatihan calon PMI, termasuk pelatihan bahasa asing.
Menurut Eneng, pelatihan bahasa Jepang ini ditujukan untuk mempersiapkan para CPMI secara komprehensif, agar siap bersaing dalam seleksi penempatan kerja di Jepang. “Kami memahami bahwa Jepang saat ini menjadi negara tujuan paling diminati oleh para calon pekerja migran. Oleh karena itu, kami fokus memberikan pelatihan bahasa Jepang sebagai langkah awal yang sangat penting,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejalan dengan meningkatnya minat dan kebutuhan tenaga kerja di Jepang, kerja sama antara BLK dan perusahaan pelaksana penempatan (PT P3MI) menjadi sangat krusial. Lulusan dari BLKLN Alroyyan akan memiliki peluang lebih besar untuk ditempatkan di Jepang melalui jalur resmi PT P3MI yang telah terverifikasi.
Direktur Utama PT Alroyyan Cahaya Mandiri, Judi Panca Nugroho, S.Si, menegaskan pentingnya kesiapan dalam mempersiapkan CPMI secara menyeluruh. “BLK atau LPK bukan hanya sekadar tempat belajar bahasa, tetapi juga tempat untuk membentuk karakter dan kesiapan kerja CPMI. Oleh karena itu, kami sangat menekankan pentingnya kerja sama sinergis antara BLK dan PT P3MI,” jelas Judi, yang juga menjabat sebagai Sekjen Asosiasi P3MI sekaligus Penasehat Satgas P2MI Projo.
Judi menambahkan bahwa kesiapan bahasa dan pemahaman budaya kerja di Jepang merupakan kunci utama keberhasilan penempatan. Dengan pelatihan yang baik, para CPMI tidak hanya mampu lolos seleksi, tetapi juga bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan kerja Jepang.
Pihak BLKLN Alroyyan Cahaya Mandiri berharap, ke depannya dapat menjalin kerja sama aktif dengan dinas-dinas terkait di tingkat kabupaten maupun kota untuk memperkuat ekosistem pelatihan dan penempatan CPMI secara nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kp2mi dalam meningkatkan kualitas dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.
Semoga langkah ini menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan peluang kerja luar negeri yang aman, legal, dan memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin mengembangkan karier internasional di Jepang.
Sumber:Herlan














