Suararakyat.info.Cianjur-Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi pada Jumat dini hari, pukul 01.00 WIB, di Jalan Raya Cianjur–Sukabumi tepatnya di wilayah Desa Ciwalen. Insiden ini melibatkan dua pemuda pengendara sepeda motor dan dua orang wanita pejalan kaki yang diduga baru saja pulang dari Bandara Soekarno-Hatta.Jumat 4/4/2025
Menurut informasi yang dihimpun oleh tim redaksi dari POSBAKUM LBH PERS PRESISI Kabupaten Bogor, sepeda motor yang dikendarai oleh Ilham, putra dari Ustad Lukman — pemilik bengkel dan warga Cianjur — bersama rekannya Moh Darus, tengah dalam perjalanan membeli ikan asin sebagai pelengkap acara ‘ngaliwet’ (kegiatan masak bersama khas Sunda) yang telah mereka rencanakan malam itu.
Namun naas, di tengah kegelapan Jalan Raya Ciwalen yang minim penerangan, keduanya tiba-tiba menabrak dua orang wanita yang sedang berada di tepi jalan. Tabrakan tak terhindarkan. Ilham, Darus, dan dua wanita tersebut – yang diketahui bernama Ny. Ai Nuraeni dan Ibu Nunung – langsung terpental dan terkapar tak sadarkan diri di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini mengundang perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari POSBAKUM LBH PERS PRESISI Kabupaten Bogor. Ketua POSBAKUM, Dr. Dayatulloh, bersama Ustad Lukman dan kader Bu Nani, segera meluncur ke RS Sayang di Ciwalen untuk memastikan kondisi para korban dan memberikan pendampingan hukum.
Setibanya di ruang UGD, keempat korban terlihat tengah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. Ilham dan Darus mengalami luka cukup serius, sementara kedua wanita mengalami trauma fisik yang juga memerlukan penanganan segera. Berdasarkan penelusuran, kedua wanita tersebut baru saja tiba dari Jakarta dan diduga sedang mencari tempat untuk buang air kecil ketika kecelakaan terjadi.
Dalam semangat musyawarah dan kekeluargaan, suami dari Ny. Ai Nuraeni — yang juga merupakan mantan Lurah serta aparat desa setempat — menunjukkan sikap bijak dengan tidak membawa perkara ini ke ranah hukum. Melalui proses mediasi dan pendampingan hukum oleh POSBAKUM, tercapailah kesepakatan damai antara kedua belah pihak.
Dalam pernyataan tertulis, Dr. Dayatulloh menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak keluarga Ilham, yakni Ustad Lukman. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, tanpa adanya intimidasi ataupun paksaan dari pihak manapun.
“Ini adalah ujian sekaligus teguran dari Allah SWT. Sebagai manusia, kita adalah makhluk yang tidak luput dari khilaf dan dosa. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga agar kita lebih berhati-hati, banyak berdoa, dan bertawakal sebelum melangkah keluar rumah,” ujar Dr. Dayatulloh dalam nasihatnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya meningkatkan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan membiasakan diri melakukan ibadah seperti shalat tahajud, berzikir, dan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi masyarakat, terutama di momen suci Idulfitri 1446 H, bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan secara damai dan bijaksana apabila didasari oleh keikhlasan, niat baik, dan rasa kemanusiaan.
Salam ASTA CITA Presisi Polri – Untuk Indonesia Emas 2045. Macan Asia. Merdeka!
(Dr. Bernard,Bunda Tiur Simamora – POSBAKUM)














