Suararakyat.info.Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 22 hingga 24 Maret 2025. Dalam periode ini, beberapa wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami kondisi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.(22/3/2025)
Potensi Hujan Lebat
BMKG mengidentifikasi adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Wilayah-wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat antara lain:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
22 Maret 2025: Bali, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
23 Maret 2025: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.
24 Maret 2025: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.
Penyebab Cuaca Ekstrem
Kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
Bibit Siklon Tropis 91S: Teridentifikasi di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Barat, bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (28 km/jam) dan tekanan minimum sekitar 1010 hPa. Meskipun potensi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam tiga hari ke depan rendah, keberadaannya dapat meningkatkan potensi cuaca signifikan di wilayah Sumatera bagian Selatan dan Jawa Barat. Dampak lain termasuk kenaikan tinggi gelombang di perairan barat daya Sumatera hingga selatan Nusa Tenggara.
Madden Julian Oscillation (MJO): Saat ini, MJO terpantau berada pada fase 2 (Samudra Hindia bagian barat) dan diprediksi akan bergerak ke fase 3 (Samudra Hindia bagian timur). Aktivitas MJO ini berkontribusi pada peningkatan potensi curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.
Dampak dan Imbauan
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Selain itu, pengguna transportasi laut dan darat diharapkan berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi dan jalanan licin. Penting bagi masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web bmkg.go.id, aplikasi mobile infoBMKG, dan media sosial @infoBMKG.
Dengan memahami dan mempersiapkan diri terhadap potensi cuaca ekstrem ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi dan menjaga keselamatan bersama.
(*)














