Rumah Mewah Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Digeledah KPK Terkait Dugaan Korupsi Bank BJB

- Penulis

Senin, 10 Maret 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bandung– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Bandung, Jawa Barat. Penggeledahan ini terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).Senin (10/3/2025)

Dilansir dari tirto.id Ketua KPK, Setyo Budianto, membenarkan penggeledahan tersebut. “Benar, ini terkait perkara BJB,” ujarnya kepada media pada Senin (10/3). Hingga pukul 15.57 WIB, proses penggeledahan masih berlangsung, seperti dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika.

“Untuk rilis resmi, termasuk lokasi dan barang bukti yang ditemukan, akan kami sampaikan setelah seluruh kegiatan selesai,” tambah Tessa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi di Bank BJB

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan dimulainya penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Bank BJB. Surat penyidikan telah diterbitkan sejak Rabu (5/3), sebagaimana disampaikan oleh Ketua KPK, Setyo Budianto.

“Kami telah menerbitkan surat penyidikan dan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya jika ada yang lebih dulu menangani kasus ini,” jelas Setyo dalam konferensi pers di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta.

Namun, ia belum memberikan detail mengenai pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. “Terkait siapa yang terlibat dan bagaimana konstruksi perkaranya, hal itu masih dalam kewenangan tim penyidik,” tambahnya.

Penggeledahan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas politik Ridwan Kamil, yang dikabarkan tengah bersiap maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2025. Ia digadang-gadang akan berpasangan dengan Suswono dalam kontestasi mendatang.

Sejak selesai menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil aktif dalam berbagai kegiatan politik dan kerap bertemu dengan berbagai pihak, termasuk Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN-Fanta). Kehadirannya di Gedung Fanta Headquarters Prabowo-Gibran di Menteng, Jakarta, pada September 2024 lalu juga memperlihatkan posisinya yang semakin kuat dalam bursa calon gubernur DKI Jakarta.

READ  Dugaan Polemik Pembangunan Lapangan Mini Soccer di Kelurahan Baros Kota Sukabumi: Antara Manfaat Olahraga dan Proses Perizinan

Meski demikian, hingga saat ini, Ridwan Kamil belum memberikan pernyataan resmi terkait penggeledahan rumahnya oleh KPK. Pihaknya juga belum diketahui apakah akan mengambil langkah hukum atau memberikan klarifikasi terkait kasus ini

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bank BJB menambah daftar panjang skandal korupsi di sektor perbankan daerah. Bank BJB, sebagai bank pembangunan daerah, memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan Banten.

Sejumlah pengamat menilai bahwa kasus ini berpotensi mengguncang kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan daerah. “Jika terbukti ada penyelewengan dana atau suap dalam operasional Bank BJB, maka ini akan menjadi pukulan besar bagi sektor perbankan daerah yang selama ini diharapkan menjadi pilar ekonomi daerah,” ujar seorang pakar hukum yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, kasus ini juga dapat berimbas pada dinamika politik di Jawa Barat dan DKI Jakarta, mengingat posisi Ridwan Kamil sebagai salah satu tokoh populer di kedua wilayah tersebut.

Publik kini menanti pernyataan resmi dari KPK mengenai hasil penggeledahan dan kemungkinan penetapan tersangka. Jika terbukti ada keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam kasus ini, maka bukan tidak mungkin KPK akan segera melakukan penahanan.

“Kami masih menunggu perkembangan dari penyidik. Kami pastikan bahwa setiap langkah yang diambil akan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegas Setyo Budianto.

Kasus ini menambah daftar panjang upaya KPK dalam memberantas korupsi di sektor keuangan, terutama yang melibatkan bank pembangunan daerah. Sejumlah pihak berharap agar kasus ini diusut hingga tuntas, demi menjaga integritas perbankan nasional dan menegakkan supremasi hukum di Indonesia.

 

(Tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru