Suararakyat.info.Sukabumi – Saat bulan suci Ramadhan tiba, berbagai hidangan khas mulai bermunculan di meja berbuka. Salah satu yang paling populer dan selalu menjadi incaran banyak orang adalah kolak kolang-kaling. Hidangan manis ini memang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia, terutama sebagai sajian pembuka puasa yang menyegarkan.
Kolang-kaling, yang berasal dari biji pohon aren, dikenal memiliki tekstur kenyal dan rasa yang khas. Biasanya, kolang-kaling diolah dengan campuran santan, gula merah, dan daun pandan untuk menciptakan rasa manis yang lezat serta aroma yang menggugah selera. Kombinasi ini membuat kolak kolang-kaling menjadi salah satu menu favorit saat berbuka puasa.
Tidak hanya disukai karena rasanya, kolang-kaling juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan seratnya yang tinggi baik untuk pencernaan, sementara kadar airnya yang melimpah membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi setelah seharian berpuasa. Selain itu, kolang-kaling juga mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menjelang bulan Ramadhan, para penjual kolang-kaling dan pembuat kolak mulai kebanjiran pesanan. Di berbagai pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan, permintaan terhadap bahan baku kolang-kaling meningkat tajam. Para pedagang dan pelaku usaha kuliner pun turut merasakan dampaknya, di mana mereka harus meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saat Ramadhan, permintaan kolang-kaling naik drastis. Banyak pembeli yang mencari bahan ini untuk membuat kolak sendiri di rumah,” ujar seorang pedagang di Pasar Cibadak, Sukabumi.(06/03/2025)
Kolak kolang-kaling memang bukan sekadar hidangan biasa. Kehadirannya di bulan Ramadhan menjadi simbol tradisi dan kebersamaan, di mana keluarga berkumpul untuk menikmati berbuka puasa dengan hidangan khas yang telah turun-temurun.
Dengan cita rasa manis, tekstur kenyal, serta manfaat kesehatannya, tidak heran jika kolak kolang-kaling selalu menjadi buruan masyarakat di bulan suci Ramadhan. Seiring dengan meningkatnya permintaan, para pelaku usaha pun semakin kreatif dalam mengolah dan menyajikan hidangan ini, menjadikannya tetap relevan dan diminati dari tahun ke tahun.
(Red)














