Viralnya Penangkapan Pekerja di Kawasan HPT, Kini Terkuak Sejumlah Nama Pemilik Kebun Dalam Kawasan di Desa Pangkalan Indarung Kuansing

- Penulis

Selasa, 4 Maret 2025 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Riau-Kondisi Hutan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), semakin mengkhawatirkan.RIbuan hektar kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang masuk wilayah Desa Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi kini disulap menjadi kebun kelapa sawit.

Ribuan hektar hutan tersebut sudah ada yang menjadi kebun sawit siap panen, ada yang baru berusia 3 tahunan dan ada yang baru buka lahan dengan sistem steking.

Berdasarkan laporan masyarakat setempat salah seorang aktor yang berperan aktif ‘menggundulkan’ hutan di Desa Pangkalan Indarung merupakan seorang calo yang mengambil ke untungan dari hasil penjualan lahan tersebut.(03/03/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya diduga bang subur warga setempat beserta Kroninya disebut-sebut salah seorang yang sudah banyak menjual lahan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berada didalam areal Desa Pangkalan Indarung, selain itu diduga Iyus warga setempat yang memanfaatkan momen tersebut.

“Subur beserta kroninya, tidak hanya sekedar calo bang, melainkan diduga beking yang menjamin bahwa kawasan yang hendak dijual itu aman dan tidak akan bermasalah dengan hukum dikemudian hari” Lapornya Senin, (03/03/2025)

Belakangan Viral isu penangkapan dua orang kakak beradik warga nias, FT (34) dan FZ (39) yang diamankan Polres Kuansing dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perambahan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Pangkalan Indarung yang lahan kebun tersebut diduga milik Rian Rofizal dan Hal tersebut justru menjadi kontroversi dikalangan masyarakat dan para netizen di Media Sosial.

Padahal itu hanya sebagian saja, sedangkan lainnya masih banyak dikuasai para cukong-cukong yang bermodal besar.

Hasil dihimpun awak media berdasarkan penelusuran dan laporan warga beberapa nama tersebut.

READ  Penarik Rakit Diamankan, Bos PT BOMA Belum Tersentuh Hukum: Gakkum Kalbar dan Perusahaan Dikecam Tokoh Adat

“Diduga Mosad dari desa petai 100 hektar lebih sebagian sudah panen sebagian baru tanam, diduga Cipto seorang pengusaha di pangkalan Indarung sekitar 80 Hektare siap tanam, diduga Yandi pemilik bengkel Dewi motor di teluk kuantan sekitar 60 Hektare, sudah tanam 30, 30 belum tanam” Ujar narasumber yang namanya minta dirahasiakan.

Selain itu, diduga kasir selaku anggota DPRD di Riau dari partai kebangkitan bangsa (PKB), menurut informasi yang dihimpun awak media mencapai beberapa lokasi, yakni di Simpang tiga Sungai terentang seluas lebih kurang 200 ha, di sungai Batang bubur sekitar 80 ha, sementara puluhan hektar lahan lainnya juga diduga dikuasai oleh sang Anggota DPRD tersebut. Kemudian, baru-baru ini dikerjakan sekitar 60 ha di kawasan kutun pangkalan itu masih kawasan HPT.

Menurut informasi salah seorang narasumber membeberkan bahwa lahan kawasan HPT yang sudah dikuasai tersebut di duga berkedok kelompok tani, alias pola main., ujar narasumber.

Tidak hanya itu, ia membeberkan bahwa masih banyak lagi nama lainnya yang telah menguasai lahan Kawasan HPT tersebut di pangkalan Indarung. Diduga beberapa oknum APH dan oknum Pengusaha., tandasnya.

Dirinya pun mengaku heran kepada pihak berwenang yang terkesan lengah, sehingga aktifitas jual beli lahan tersebut bisa terjadi berulang kali dan masih berlangsung.

“Herannya kok bisa luput dari pantauan APH, padahal kalau serius mengungkap ini tidak akan sulit saya rasa, Sebutnya.

Hal ini, awak media pun masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak -pihak nya maupun berwenang dan aparat penegak hukum (APH).

 

(Tim Investigasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan
Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas
Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT
DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031
Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara
Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan
Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang
POLISI CINTA PETANI: PERSONIL POLSEK BENGKALIS TURUN KE PERKEBUNAN MERAWAT HINGGA PANEN TANAMAN JAGUNG PIPIL BUMDES DARA SEMBILAN*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:32 WIB

Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan

Senin, 15 Juni 2026 - 07:52 WIB

Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WIB

Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:14 WIB

DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:48 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara

Berita Terbaru