Bak Penampung Lindi Di TPSA Cihara Tidak Berfungsi, Lingkungan Sekitar Tercemar Bau Busuk

- Penulis

Senin, 27 Januari 2025 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Lebak – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara. Dampak ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar TPAS. pada Senin, 27/01/2025.

Dampak ini sudah dirasakan bertahun – tahun oleh penduduk yang tinggal di Kampung Srilayung, dan kampung terdekat lainnya di Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten.

Selain Aroma bau yang menyengat dan banyaknya lalat, air limbah atau air lindi yang berasal dari tumpukan sampah tidak ada penanganan, sehingga air lindi terbuang bebas ke lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disebabkan karena Bak penampung air limbah yang berasal dari tumpukan sampah tidak berfungsi.

“Sejak saya ditugaskan di sini, 7 tahun yang silam, kondisi bak penampung lindi sudah rusak”, terang Ade Firdaus, Kepala UPT TPAS Cihara, ketika dihubungi Tim Awak Media melalui sambungan telepon.

READ  Pemprov Papua Barat Daya Dorong Profesionalisme Kopdes Merah Putih untuk Wujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri

Ade menjelaskan, bahwa saat ini bak penampung air tersebut sudah tidak terlihat karena tertimbun longsoran sampah.

Dirangkum dari berbagai sumber, air lindi atau leachate adalah limbah cair yang berasal dari timbunan sampah.

Leachate terbentuk dari air hujan yang meresap ke dalam timbunan sampah dan melarutkan materi organik yang dihasilkan dari dekomposisi sampah.

Leachate dapat berbahaya bagi lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Leachate dapat mengandung zat organik dan anorganik yang berbahaya, seperti logam berat seperti seng dan raksa.

Dampak negatif leachate bagi lingkungan antara lain pencemaran air tanah, menurunkan kualitas air, gangguan keseimbangan ekosistem dan ketidaknyamanan bagi lingkungan sekitar.

(Shandy Pale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan
Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas
Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT
DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031
Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara
Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan
Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang
POLISI CINTA PETANI: PERSONIL POLSEK BENGKALIS TURUN KE PERKEBUNAN MERAWAT HINGGA PANEN TANAMAN JAGUNG PIPIL BUMDES DARA SEMBILAN*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:32 WIB

Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan

Senin, 15 Juni 2026 - 07:52 WIB

Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WIB

Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:14 WIB

DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:48 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara

Berita Terbaru