Institut Daarul Qur’an Siapkan SDM Untuk Indonesia Emas 2045

- Penulis

Kamis, 23 Januari 2025 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkomitmen membawa Indonesia ke arah kemandirian dan pemerataan menuju Indonesia Emas 2045, tentu dilandasi dengan mendorong kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif.

Tak pelak transformasi pendidikan menjadi hal mutlak, khususnya jenjang pendidikan tinggi dan vokasi.Paradigma baru ini untuk menyiapkan generasi mendatang dalam rangka menyongsong era digital dengan target menjadi negara maju.

Dengan Merdeka Belajar Indonesia membutuhkan SDM yang berkualitas, kompetitif dan berdaya saing internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan untuk merealisasikan Merdeka Belajar tidak mudah seperti kesiapan infrastruktur dan sistem pendidikan yang memadai (fleksibel dan kolaboratif).Diharapkan program ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.Alhasil program link and match menjadi penting untuk menjembatani antara dunia industri dan kampus.Namun harus juga menciptakan solusi inovatif untuk kemajuan bangsa.

Untuk mengetahui pandangan terkait tranformasi pendidikan tinggi khususnya dilingkungan Institut Daarul Qur’an (IDAQU).

 

Redaksi SUARARAKYAT.INFO berhasil mewawancarai Rektor IDAQU, Dr.Muhammad Anwar Sani,S.Sos.I.,M.E. di Jakarta, Rabu (22/01/2025). Berikut Petikannya.

 

(SR): Bagaimana Tanggapan Pak Rektor terkait transformasi pendidikan tinggi untuk membangun ekosistem yang lebih baik?

 

(MA): Tanggapan saya terkait transformasi pendidikan tinggi untuk membangun ekosistem yang lebih baik tentu mencakup berbagai aspek penting yang mendukung pengembangan kualitas pendidikan dan ekosistem akademik yang lebih baik. Saya bisa memberikan gambaran sebagai berikut:

1. Pentingnya Inovasi dalam Kurikulum dan Metode Pembelajaran

Kita menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini, transformasi pendidikan tinggi perlu berfokus pada:

 

*Penyusunan kurikulum berbasis kompetensi yang tidak hanya mengutamakan teori, tetapi juga keterampilan praktis dan pemecahan masalah.

 

* Inovasi dalam metode pembelajaran, seperti penggunaan teknologi digital dan pembelajaran berbasis OBE (Outcome-Based Education)

 

* Kolaborasi antar disiplin ilmu yang memfasilitasi pengembangan kemampuan holistik pada mahasiswa.

 

2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Pengembangan kualitas dosen sangat mendukung transformasi pendidikan tinggi:

 

*Peningkatan kapasitas dosen dalam bidang pengajaran dan riset dengan memberikan pelatihan, akses ke program penelitian terbaru, serta memfasilitasi publikasi karya ilmiah.

 

• Pendekatan kepemimpinan akademik yang lebih inklusif dan partisipatif dalam membangun ekosistem akademik yang kondusif dan inovatif.

3. Kolaborasi dengan Industri dan Komunitas Global

Untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih baik, kerja sama dengan dunia industri dan lembaga pendidikan global menjadi sangat penting. Yang perlu digarisbawahi bahwa:

 

* Program magang dan kerja sama riset antara perguruan tinggi dan industri harus diperkuat untuk mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar.

 

• Jejaring internasional sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang bagi mahasiswa dalam pertukaran budaya, penelitian, dan pengalaman internasional.

 

4. Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

Transformasi pendidikan tinggi juga terkait dengan peningkatan infrastruktur pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar diantaranya:

 

• Fasilitas pendidikan yang modern, seperti ruang kelas digital, laboratorium riset, serta ruang kreatif dan inovatif, sangat mendukung ekosistem yang lebih baik.

 

• Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) perlu dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran daring, pengelolaan data akademik, serta kolaborasi antara mahasiswa dan dosen.

 

5. Pendidikan Berbasis Kewirausahaan dan Inovasi

Sebagai bagian dari transformasi, pendidikan tinggi juga perlu mengarah pada pembentukan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa. Bahkan kami mendorong mahasiswa untuk sukses sebelum diwisuda dengan cara:

 

* Mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berwirausaha dengan menyediakan fasilitas seperti inkubator bisnis, dukungan untuk penelitian terapan, dan akses ke modal untuk memulai usaha.

 

• Meningkatkan hubungan dengan dunia usaha untuk memberi mahasiswa peluang untuk mengembangkan ide dan aplikasi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

6. Pengembangan Pendidikan yang Holistik dan Berbasis Karakter

Dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang lebih baik, pendidikan tinggi juga harus memperhatikan aspek karakter dan moral mahasiswa diantaranya adalah:

 

• Pendidikan karakter perlu diperkuat dalam seluruh program akademik dan ekstrakurikuler untuk mencetak generasi yang tidak hanya pintar tetapi juga berakhlak mulia dan bertanggung jawab sosial.

 

• Pengembangan nilai-nilai kebangsaan dan budaya sangat penting untuk memastikan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air dan kepekaan sosial.

 

7. Dukungan untuk Pengembangan SDM Mahasiswa

Transformasi pendidikan tinggi juga harus berfokus pada pendidikan yang inklusif dan mampu mengakomodasi keberagaman dengan cara:

 

• Meningkatkan akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.

 

• Menyediakan berbagai program pendampingan untuk membantu mahasiswa dalam pengembangan akademik dan penguatan soft skills mereka.

 

8. Peningkatan Akuntabilitas dan Kualitas Institusi

Transformasi pendidikan tinggi juga mencakup peningkatan akuntabilitas dan transparansi dalam manajemen perguruan tinggi, diantaranya:

 

* Evaluasi berkala terhadap kualitas pendidikan dan proses pembelajaran untuk memastikan bahwa standar pendidikan terus meningkat.

 

• Pemanfaatan data dan teknologi untuk meningkatkan proses administrasi dan layanan akademik bagi mahasiswa.

Transformasi pendidikan tinggi untuk membangun ekosistem yang lebih baik kemungkinan besar akan mencakup serangkaian upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan infrastruktur yang memadai, membangun kolaborasi yang lebih erat dengan dunia industri, serta memperkuat nilai-nilai karakter dan kewirausahaan dalam membentuk generasi penerus bangsa yang siap menghadapi tantangan global.

(SR): Diketahui Presiden Prabowo berkomitmen terhadap kualitas SDM menuju Indonesia emas 2045. Bagaimana persiapan perguruan tinggi dan apa strategi yang diterapkan khususnya di kampus Institut Daarul Qur’an.

 

(MA): Untuk mendukung komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045, semua perguruan tinggi termasuk diantaranya Institut Daarul Qur’an, memiliki peran yang sangat penting. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, institusi perlu menyusun berbagai strategi yang mendukung pengembangan SDM berkualitas, berdaya saing global, dan berkarakter bangsa. Beberapa persiapan dan strategi yang bisa diterapkan di Institut Daarul Qur’an antara lain:

1.Penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) Berbasis OBE (Outcome-Based Education) adalah suatu pendekatan yang menekankan pada pencapaian hasil belajar yang jelas dan terukur bagi mahasiswa. Pendekatan ini berfokus pada kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa di akhir suatu proses pembelajaran, bukan hanya pada kegiatan pengajaran yang dilakukan. RPS berbasis OBE akan lebih menekankan pada hasil atau output yang ingin dicapai, yaitu keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dimiliki oleh mahasiswa setelah mengikuti suatu mata kuliah.

 

2. Fokus pada Pendidikan Karakter dan Pembangunan Moral

Salah satu aspek yang dapat menjadi keunggulan di Institut Daarul Qur’an adalah penguatan pendidikan karakter berdasarkan ajaran Islam. Pendidikan karakter ini bisa mengarah pada pengembangan integritas, rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, dan etika dalam berinteraksi dengan sesama. Dengan pendekatan ini, lulusan akan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat.

 

3. Kerja Sama dengan Dunia Industri dan Komunitas Global

Perguruan tinggi harus menjalin kerja sama yang erat dengan dunia industri dan lembaga-lembaga internasional untuk membuka peluang bagi mahasiswa dalam magang, riset bersama, dan pengembangan karier. Institut Daarul Qur’an dapat memanfaatkan jejaring internasional untuk program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, atau proyek sosial berbasis global.

 

• Program magang di berbagai sektor industri untuk memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa.

 

• Kolaborasi riset untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik dalam bidang teknologi, sosial, maupun ekonomi.

 

4. Pengembangan Kewirausahaan dan Inovasi

Untuk mewujudkan SDM yang mandiri dan produktif, perguruan tinggi perlu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan semangat kewirausahaan. Ini dapat dilakukan dengan menyediakan:

 

• Program inkubator bisnis untuk membantu mahasiswa memulai usaha mereka sendiri.

 

• Pelatihan kewirausahaan yang mengajarkan cara menjalankan bisnis secara efektif dan efisien.

 

• Fasilitas riset dan pengembangan inovasi yang memungkinkan mahasiswa menciptakan solusi berbasis teknologi untuk tantangan sosial-ekonomi.

 

5. Pengembangan Pendidikan Berbasis Teknologi (Digitalisasi Pendidikan)

Menghadapi era digital, sangat penting bagi kampus seperti Institut Daarul Qur’an untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Hal ini dapat meliputi:

 

• Pembelajaran jarak jauh (online learning) untuk menjangkau mahasiswa dari berbagai daerah, juga bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan di tempat kerja melalui system Hybrid.

 

• Platform digital yang dapat digunakan untuk mengakses materi pembelajaran, forum diskusi, dan evaluasi secara online.

 

• Penerapan teknologi dalam kurikulum, dan teknologi informasi lainnya yang penting untuk mempersiapkan mahasiswa di era digital.

 

6. Pengembangan Kapasitas Dosen dan Penguatan SDM Pendidikan

Agar dapat memberikan pendidikan yang berkualitas, perlu ada peningkatan kualitas dosen di berbagai aspek, mulai dari penguasaan materi hingga kemampuan dalam menggunakan metode pengajaran yang inovatif. Ini dilakukan dengan memfasilitasi:

 

• Pelatihan dan sertifikasi dosen secara rutin untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

 

• Program kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan riset di kampus.

 

7. Fasilitas dan Infrastruktur yang Mendukung

Untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, Institut Daarul Qur’an perlu memperhatikan penyediaan fasilitas yang memadai, seperti:

 

• Ruang kelas yang modern dengan teknologi pendukung.

 

• Laboratorium dan ruang riset untuk pengembangan penelitian di berbagai bidang.

 

• Fasilitas untuk kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menunjang pengembangan diri mahasiswa secara holistik.

Dengan berbagai langkah dan strategi tersebut, perguruan tinggi seperti Institut Daarul Qur’an akan berperan penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berdaya saing global, dan memiliki karakter yang baik, sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045.

 

(SR): Transformasi pendidikan tidak lepas dari infrastruktur dan tenaga pendidik yang memadai bagaimana tanggapan Pak Rektor?

 

(MA): Transformasi pendidikan memang tidak bisa dipisahkan dari dua faktor utama ini: infrastruktur yang memadai dan kualitas tenaga pendidik yang unggul. Kedua faktor tersebut saling mendukung dan berperan sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas.

 

1. Infrastruktur pendidikan mencakup sarana dan prasarana seperti ruang kelas, fasilitas teknologi, laboratorium, dan akses ke sumber daya belajar. Infrastruktur yang baik akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memungkinkan mahasiswa untuk belajar dengan optimal. Selain itu, dengan perkembangan teknologi yang pesat, penting bagi institusi pendidikan untuk menyediakan fasilitas digital yang mendukung pembelajaran, baik itu dalam bentuk platform pembelajaran daring, perangkat keras, maupun akses internet yang cepat dan stabil.

 

2. Tenaga pendidik merupakan faktor kunci dalam transformasi pendidikan. Selain memiliki pengetahuan yang mendalam tentang materi yang diajarkan, tenaga pendidik harus terus mengembangkan keterampilan pedagogik dan teknologi pendidikan agar dapat menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan efektif. Dalam hal ini, pelatihan dan pengembangan profesional bagi para guru dan dosen menjadi sangat penting untuk memastikan mereka dapat mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan.

Secara keseluruhan, untuk mewujudkan transformasi pendidikan yang efektif, kita perlu mengintegrasikan kedua aspek ini. Infrastruktur yang memadai akan mendukung proses belajar mengajar, sementara tenaga pendidik yang berkualitas akan mampu memanfaatkan infrastruktur tersebut dengan optimal.

READ  May Day Geliat Kaum Buruh, Cabut Omnibus Law Cipta Kerja atau Revisi Total

 

 

(SR): Pada Permendikbud Ristek No. 44/2024 menyebut ada beberapa instrumen yang sedang dibahas salah satunya profesi, karir dan penghasilan dosen. Bagaimana Pak Rektor melihatnya?

 

(MA): Terkait dengan Permendikbud Ristek No. 44/2024 saya melihat ini sebagai langkah yang sangat positif dan penting dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

 

1. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan profesi dosen adalah pengakuan terhadap peran dosen sebagai pendidik dan peneliti. Profesi dosen harus dilihat sebagai profesi yang terhormat, dengan standar yang jelas mengenai kualifikasi, tugas, dan tanggung jawab mereka. Dengan adanya instrumen yang jelas mengenai profesi dosen, diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas dalam pengajaran dan penelitian yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

 

2. Sistem karir yang terstruktur juga sangat penting. Dosen perlu diberikan peluang untuk berkembang, tidak hanya dalam pengajaran tetapi juga dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Adanya jalur karir yang jelas akan mendorong dosen untuk terus berinovasi dan mengembangkan kompetensinya. Ini juga dapat menjadi pendorong untuk menciptakan suasana akademik yang lebih dinamis dan inovatif di perguruan tinggi.

 

3. Penting untuk memastikan bahwa penghasilan dosen sebanding dengan tanggung jawab yang mereka emban. Sebagai penggerak utama dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, penghasilan yang layak akan menjadi insentif bagi dosen untuk terus berkarya. Selain itu, penghasilan yang kompetitif akan membantu menarik dan mempertahankan dosen-dosen terbaik di perguruan tinggi, sehingga dapat mengurangi potensi “brain drain” di dunia akademik.

 

4. Menjamin kesejahteraan dosen, baik dari segi finansial maupun non-finansial, akan berdampak langsung pada motivasi dan kualitas pengajaran. Dosen yang merasa dihargai dan mendapatkan kompensasi yang layak akan lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya, serta lebih berdedikasi dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Secara keseluruhan, pembahasan mengenai profesi, karir, dan penghasilan dosen dalam Permendikbud Ristek No. 44/2024 merupakan langkah yang sangat baik untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan adanya aturan yang jelas dan mendukung, diharapkan dosen dapat bekerja lebih produktif dan profesional, serta turut berperan aktif dalam menciptakan pendidikan yang lebih maju dan berkualitas di Indonesia.

 

(SR): Capaian pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan kualitas dan kuantitas lulusanya, namun ada kolaborasi link and match. Untuk di Institut Daarul Qur’an seperti apa?

 

(MA): Di Institut Daarul Qur’an, pencapaian pendidikan tinggi tidak hanya terfokus pada kualitas dan kuantitas lulusan, tetapi juga pada aspek penting lainnya, yaitu kolaborasi dan link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia nyata. Institut Daarul Qur’an telah melakukan:

 

1. Kolaborasi dengan Lembaga dan Organisasi Islam: Sebagai institutusi yang berbasis pada pengajaran Al-Qur’an, Institut Daarul Qur’an telah berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan organisasi Islam baik di tingkat nasional maupun internasional. Kerjasama ini dapat mencakup program pengabdian masyarakat, penelitian bersama, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman seperti dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dalam dan luar negeri, Lembaga Amil Zakat Nasional, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag dan lain sebagainya. Selain itu, kolaborasi ini juga bisa mencakup pembekalan lulusan dengan keterampilan yang berhubungan dengan dakwah, pendidikan Islam, serta sektor-sektor terkait yang berhubungan dengan nilai-nilai Islami.

 

2. Link and Match dengan Dunia Industri dan Bisnis: Selain kolaborasi dengan lembaga pendidikan atau organisasi keagamaan, Institut Daarul Qur’an telah menjalin kerjasama dengan dunia industri dan sektor bisnis, terutama dalam sektor-sektor yang relevan dengan keahlian lulusan, seperti pendidikan, media, teknologi, dan ekonomi Islam. Mahasiswa dapat melaksanakan magang di perbankan syariah, bisnis kuliner, perusahaan baja berskala nasional dan lain sebagainya. Dengan mengadakan magang, program pelatihan, atau proyek bersama dengan industri, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman praktis yang berharga dan siap bekerja di sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan spesifik.

 

3. Pengembangan Program Kewirausahaan: Institut Daarul Qur’an juga dapat memperkenalkan dan memperkuat program kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islami, yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga etika dan prinsip dalam berbisnis yang sesuai dengan ajaran agama. Dengan ini, lulusan dapat menciptakan lapangan kerja bagi diri mereka sendiri dan orang lain, serta berperan aktif dalam perekonomian masyarakat.

 

4. Pengembangan Kurikulum yang Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat: Untuk memastikan link and match yang efektif, Institut Daarul Qur’an perlu terus mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap perubahan dan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya adalah dengan memperkuat pengajaran dalam bidang teknologi, digitalisasi, dan kewirausahaan sosial, yang semakin relevan di masa depan. Kolaborasi dengan sektor-sektor ini akan memungkinkan lulusan untuk tidak hanya menguasai ilmu agama yang mendalam, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia modern.

 

5. Penguatan Program

Pengabdian Masyarakat: Institut Daarul Qur’an juga dapat memperkuat peranannya dalam pengabdian masyarakat, terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat berbasis pada nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam. Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam program-program yang memiliki dampak sosial, seperti pendidikan untuk anak-anak tidak mampu, pelatihan keterampilan untuk masyarakat, atau proyek pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.

Secara keseluruhan, link and match di Institut Daarul Qur’an dapat diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai sektor yang dapat mendukung lulusan menjadi individu yang berkualitas, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam bidang profesional dan sosial. Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem yang saling mendukung, di mana dunia pendidikan, industri, dan masyarakat bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

 

(SR): Apa skala prioritas rencana strategis memajukan Institut Daarul Qur’an pada kepemimpinan Pak Rektor khusus menjawab tantangan global yang semakin kompetitif?

 

(MA): Sebagai Rektor Institut Daarul Qur’an, saya menetapkan beberapa skala prioritas dalam rencana strategis yang berfokus pada aspek pengembangan akademik, penguatan karakter, kolaborasi internasional, dan inovasi teknologi. Rencana ini bertujuan untuk memastikan bahwa Institut Daarul Qur’an dapat beradaptasi dengan perubahan zaman, mengatasi tantangan global, dan melahirkan lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional. Berikut adalah skala prioritas tersebut:

 

1. Penguatan Kurikulum dan Pengembangan Akademik

 

• Relevansi Kurikulum dengan Kebutuhan Global: Mengadaptasi kurikulum yang tidak hanya fokus pada pengajaran Al-Qur’an dan pendidikan Islam, tetapi juga mencakup keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia global saat ini, seperti teknologi digital, kewirausahaan, bahasa dan kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islami.

 

• Peningkatan Kualitas Dosen: Melalui pelatihan berkelanjutan dan program pengembangan profesional untuk dosen, terutama dalam hal metodologi pengajaran modern dan integrasi teknologi dalam pendidikan. Dosen juga harus dilibatkan dalam riset-riset terdepan, baik yang berbasis keagamaan maupun ilmiah.

 

• Program Internasional: Menyusun program pertukaran pelajar dan kerjasama dengan universitas atau institusi internasional, baik dalam bidang pendidikan Islam maupun disiplin ilmu lainnya. Hal ini akan memberikan perspektif global kepada mahasiswa dan memperkuat reputasi di kancah internasional.

 

2. Pengembangan Infrastruktur Teknologi dan Digitalisasi Pendidikan

 

• Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran: Menyusun dan memperkuat program pembelajaran berbasis teknologi, baik dalam bentuk e-learning, kelas daring, maupun hybrid learning yang semakin relevan di era digital ini.

 

• Riset dan Inovasi Teknologi: Mendorong pengembangan riset yang mengintegrasikan ilmu agama dengan teknologi, seperti pengembangan aplikasi berbasis Islami, penelitian dalam bidang teknologi pendidikan, serta penelitian-penelitian sosial yang berbasis pada prinsip syariah.

 

3. Penguatan Karakter dan Kewirausahaan Berbasis Nilai Islami

 

• Kewirausahaan Sosial: Mengembangkan program kewirausahaan yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada dampak sosial dan keberlanjutan, yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Mahasiswa dilatih untuk menjadi pemimpin yang memiliki rasa tanggung jawab sosial, baik di dalam maupun luar komunitas Islam.

 

• Pembentukan Karakter Lulusan: Meningkatkan program pengembangan karakter bagi mahasiswa agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan dapat beradaptasi dengan dinamika global. Lulusan yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan dan akhlak akan lebih mudah diterima di masyarakat internasional.

 

4. Kolaborasi dan Jalinan Kerjasama dengan Berbagai Sektor

 

• Kerjasama dengan Industri dan Lembaga Keagamaan: Membentuk kemitraan strategis dengan berbagai lembaga pemerintahan, organisasi keagamaan, serta dunia industri untuk menciptakan peluang bagi mahasiswa dalam magang, riset, dan pengabdian masyarakat. Kerjasama ini juga bertujuan untuk membuka lapangan kerja bagi lulusan dan memperkuat hubungan dengan sektor masyarakat yang lebih luas.

 

• Kolaborasi Internasional: Meningkatkan kerjasama dengan universitas-universitas terkemuka di luar negeri, baik dalam bentuk riset bersama, program pertukaran pelajar, maupun konferensi internasional. Hal ini akan meningkatkan reputasi internasional dan memberikan mahasiswa kesempatan untuk memperoleh pengalaman global.

 

5. Peningkatan Kesejahteraan Dosen dan Staf Akademik

 

• Kesejahteraan dan Penghargaan untuk Dosen: Menjamin kesejahteraan dosen dan tenaga pendidik lainnya dengan memberikan fasilitas yang layak dan kesempatan untuk terus berkembang. Dosen yang merasa dihargai akan lebih termotivasi untuk memberikan pengajaran terbaik dan melakukan riset yang bermanfaat.

 

• Pelatihan Profesional untuk Dosen: Menyediakan program pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi dosen, khususnya dalam bidang pengajaran berbasis teknologi, riset, dan manajemen pendidikan tinggi.

 

6. Pemberdayaan Alumni dan Jaringan Profesional

 

• Pembangunan Jaringan Alumni yang Kuat: Membangun jaringan alumni yang aktif dan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan institusi. Alumni yang sukses di berbagai sektor dapat menjadi mitra dalam pengembangan program pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

 

• Mentoring dan Dukungan Karir: Menyediakan program mentoring bagi mahasiswa dan alumni untuk mendukung perkembangan karir mereka, baik di dalam maupun luar negeri.

 

7. Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

 

• Riset Terapan dan Inovasi: Mendorong riset yang berbasis pada kebutuhan masyarakat dan dunia industri, dengan tetap mempertahankan landasan nilai-nilai Islam. Riset ini bisa mencakup bidang-bidang seperti ekonomi syariah, pendidikan Islam berbasis teknologi, dan pengembangan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.

 

• Pengabdian Masyarakat yang Berdampak: Mengembangkan program pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan lokal, seperti pendidikan untuk masyarakat kurang mampu, pelatihan keterampilan berbasis syariah, dan penguatan ekonomi umat.

Secara keseluruhan, dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif, Institut Daarul Qur’an perlu melakukan transformasi secara menyeluruh, baik dalam aspek akademik, infrastruktur, maupun kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan skala prioritas yang jelas, lembaga ini dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga siap bersaing di dunia yang semakin terhubung secara global. Yuk bergabung dan nikmati kuliah di Institut Daarul Qur’an, klip pmb.idaqu.ac.id atau WA melalui 081291801748. Terima kasih.

 

(s handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan
Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia
Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia
Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset
Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana
Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi
Menutup Pintu Impunitas, Membuka Jalan Keadilan bagi Pers
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 02:46 WIB

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan

Senin, 27 April 2026 - 08:50 WIB

Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia

Jumat, 3 April 2026 - 14:54 WIB

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:33 WIB

Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:14 WIB

Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Gresik Gaungkan “Ayo Jogo Gresik” Jelang Sura Agung

Minggu, 7 Jun 2026 - 13:33 WIB