MACITA Minta APH Tindak Pelaku Penambangan Pasir Laut Illegal di Desa Bancamara, Pulau Oksigen Giliyang, Kec.Dungkek, Kab.Sumenep

- Penulis

Rabu, 22 Januari 2025 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sumenep-Penambangan Pasir Laut Illegal terus terjadi dan dilakukan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung – jawab, tepatnya di Perairan Pantai Pulau Giliyang, Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur – Madura.

Dalam keterangan tertulisnya Sumber  mengungkapkan bahwa penambangan Pasir liar di Desa Bancamara sering terjadi dan terus dilakukan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung – jawab kendati sudah sering dilarang oleh sebagian masyarakat Bancamara yang tahu akan dampaknya bila penambangan pasir terus dilakukan.

Dalam rekaman video yang diterima media, terlihat seseorang perempuan berteriak histeris kepada penambang dan mempertanyakan siapa yang menyuruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sungguh sangat ironis, Penambang menjelaskan bahwa Penambangan Pasir itu atas perintah Kepala Desa. Sontak perempuan tadi tambah marah dan meminta agar disampaikan kepada kepala Desa.

Menurut Sumber lain yang namanya minta dirahasiakan juga menuturkan dan memperjelas jawaban penambang dalam video bahwa disuruh Kepala Desa.

Ia juga memperjelas bahwa masalah tersebut sudah dilaporkan ke Pemerintah Desa namun sampai saat ini tidak ada satupun Perangkat Desa yang bertindak.

” Kemarin hari Senin tanggal 20 Januari 2025 perwakilan dari masyarakat didampingi oleh Ormas Masyarakat Cinta Tanah Air ( MACITA ) Giliyang melaporkan ke Polsek Dungkek, namun sampai saat ini juga masih belum ada tindakan, ” jelasnya. Selasa ( 21 / 01 / 25 ).

READ  Budaya Leluhur Bangkit di Pesta Rakyat Kecamatan Pasan Tahun 2026

” Kami masih menunggu perkembangan laporan ke Polsek, kalau tetap tidak ada tindakan masyarakat bersama MACITA akan melaporkan ke Polres Sumenep, ” lanjutnya.

” Akibat penambangan Pasir banyak kain kafan yang berserakan dipinggir pantai, karena banyak kuburan yang sudah terkikis karena erosi ” tutupnya.

Sementara sampai berita ini tayang, nomer WhatsApp Moh. Alwi selaku Kepala Desa Bancamara tidak dapat dihubungi. Kendati demikian media akan tetap berusaha mengkonfirmasinya. Selain itu media sementara belum punya akses untuk meminta klarifikasi Kapolsek Dungkek atas informasi dari masyarakat Bancamara. Namun upaya media tetap akan dilakukan agar publik tahu secara terang menderang apa yang terjadi sebenarnya.

Perlu diketahui, Penambangan pasir laut dapat menyebabkan kerusakan terhadap ekosistem pesisir, seperti hilangnya habitat ikan dan biota laut lainnya, serta terjadinya erosi pantai.

Selain itu, akan berdampak pada kerusakan lingkungan meliputi Kerusakan lingkungan serius berupa tenggelamnya pulau-pulau kecil, khususnya di sekitar daerah terluar dari batas yang menyebabkan sejumlah daerah mengalami kerusakan, di mana tanah akan merosot ke laut.

( BR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata
Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat
Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik
KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026
MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan
LSM ANNAHL Bongkar Kejanggalan: Program Air MBR Sukabumi dan Jejak Rp300 Miliar
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Dandim 1801/Manokwari Cek Kelayakan Alat Berat di Lokasi TMMD Ke-128
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:15 WIB

Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:11 WIB

Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:52 WIB

KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:45 WIB

MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan

Berita Terbaru