Diduga Pelaku PETI di Sitorajo Koto Kari, Kuantan Tengah, Kuansing, Terungkap

- Penulis

Sabtu, 11 Januari 2025 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.imfo.Kuantan Singingi-Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan di wilayah Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Kali ini, masyarakat digegerkan dengan dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam kegiatan ilegal tersebut di daerah Sitorajo Koto Kari. PETI yang selama ini menjadi permasalahan serius karena merusak lingkungan kini kembali mencuat, diduga melibatkan oknum-oknum tertentu.Sabtu 11/01/2025

Berdasarkan informasi yang diterima, diduga para pelaku melakukan aktivitas tambang ilegal di kawasan yang seharusnya dilindungi. Penambangan ilegal ini tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan seperti pencemaran air sungai dan kerusakan lahan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat. Warga sekitar mulai resah dengan adanya aktivitas PETI ini, karena dampaknya sudah mulai dirasakan, seperti penurunan kualitas air sungai yang menjadi sumber kehidupan warga.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas PETI ini berlangsung cukup lama tanpa tindakan tegas dari pihak berwenang. “Kami khawatir jika ini terus dibiarkan, lingkungan kami akan rusak parah. Sungai yang dulu jernih sekarang mulai tercemar. Kami berharap ada langkah tegas untuk menghentikan aktivitas ilegal ini,” ujar warga tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan Lingkungan dan Dampak Sosial

PETI di wilayah Sitorajo Koto Kari tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga merugikan masyarakat lokal. Lumpur dan zat kimia yang digunakan dalam proses penambangan mencemari aliran sungai yang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat setempat. Selain itu, lahan pertanian di sekitar lokasi tambang mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat limbah tambang yang mencemari tanah.

READ  Judi Sabung Ayam Kembali Marak di Putussibau, Dugaan Kebal Hukum Menguat

Aktivitas PETI juga sering dikaitkan dengan masalah sosial lainnya, seperti munculnya konflik antar kelompok yang terlibat dalam tambang ilegal, hingga meningkatnya angka kriminalitas.

Langkah Hukum Masih Minim

Meskipun aktivitas PETI di Kuansing telah lama menjadi perhatian, hingga kini langkah tegas dari pihak berwajib masih minim. Aparat kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti informasi mengenai pelaku yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal ini. Penindakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.

Kapolres Kuansing, dalam keterangannya sebelumnya, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya memantau dan menindak tegas aktivitas PETI. Namun, terbatasnya sumber daya seringkali menjadi kendala dalam operasi penertiban. “Kami butuh kerja sama dari semua pihak, termasuk masyarakat, untuk melaporkan aktivitas ilegal seperti ini. Kami tidak akan mentolerir pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat luas,” ujarnya.

Masyarakat Kuansing berharap pemerintah daerah, bersama aparat penegak hukum, segera mengambil langkah konkret untuk memberantas PETI di wilayah ini. Selain penegakan hukum, edukasi kepada masyarakat tentang dampak buruk PETI juga diperlukan agar warga tidak tergiur untuk terlibat dalam aktivitas tambang ilegal.

Dengan adanya perhatian serius dan langkah tegas dari pihak berwenang, diharapkan lingkungan di Sitorajo Koto Kari dapat kembali pulih, serta masyarakat sekitar dapat hidup dengan lebih aman dan nyaman tanpa ancaman dari aktivitas ilegal yang merusak.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan lingkungan dan penegakan hukum harus berjalan beriringan demi masa depan yang lebih baik.

(Athia)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Berlangsung Sistematis, PETI di Indragiri Hulu Produksi Emas Ratusan Gram per Hari, Muncul Dugaan Jaringan Terorganisir hingga Oknum Aparat
Pembangunan RSUD Sukalarang Mandek Sejak 2021, Warga Kecamatan Sukalarang Turun ke Jalan Desak Bupati Bertindak
Prof Dr KH Sultan Nasomal Harap Pemerintah Pusat dan Daerah Turun Tangan Tangani Kisruh Warga Marok Tua Vs PT Hermina Jaya
LBH Arjuna Bakti Negara Soroti Penegakan Hukum yang Dinilai Menjauh dari Keadilan
PKKBM Papua Barat Daya Dorong Etos Kerja dan Keterampilan Pemuda Maluku Di Kota Sorong
Forkopimcam Saparua Gelar Pertemuan Adat dan Pemerintahan Pasca Aksi Pengeroyokan, Tiga Negeri Sepakat Jaga Perdamaian
Praktisi Hukum Zuli Zulkipli, S.H.: LBH Arjuna Bakti Negara Siap Bantu Masyarakat
Sidang Praperadilan Harianto Digelar, Kuasa Hukum Nilai Penyidikan Polresta Sorong Kota Cacat Formil
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 04:29 WIB

Diduga Berlangsung Sistematis, PETI di Indragiri Hulu Produksi Emas Ratusan Gram per Hari, Muncul Dugaan Jaringan Terorganisir hingga Oknum Aparat

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:25 WIB

Pembangunan RSUD Sukalarang Mandek Sejak 2021, Warga Kecamatan Sukalarang Turun ke Jalan Desak Bupati Bertindak

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:01 WIB

Prof Dr KH Sultan Nasomal Harap Pemerintah Pusat dan Daerah Turun Tangan Tangani Kisruh Warga Marok Tua Vs PT Hermina Jaya

Senin, 12 Januari 2026 - 02:12 WIB

LBH Arjuna Bakti Negara Soroti Penegakan Hukum yang Dinilai Menjauh dari Keadilan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:36 WIB

PKKBM Papua Barat Daya Dorong Etos Kerja dan Keterampilan Pemuda Maluku Di Kota Sorong

Berita Terbaru

TNI

Pangdam III/Slw Hadiri Pelantikan DPW PPSI Jawa Barat

Sabtu, 17 Jan 2026 - 09:38 WIB