Anggota Komisi VI DPR RI, Tommy Kurniawan, Meninjau Program Ketahanan Pangan di Ciampea

- Penulis

Sabtu, 11 Januari 2025 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bogor– Anggota Komisi VI DPR RI, Tommy Kurniawan, meninjau program ketahanan pangan yang dilaksanakan sejak 2022 di Kampung Warungborong, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 10 Januari 2025. Peninjauan ini sesuai dengan bidang tugasnya, yakni Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, dan Sarana Publikasi.

Tommy Kurniawan, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode: 2019–2024 dan 2024–2029. Ia terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat V, Kabupaten Bogor.

Tujuan Peninjauan
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program ketahanan pangan yang digulirkan pemerintah berjalan dengan baik dan sesuai target. Selain itu, Tommy mengumpulkan aspirasi dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) pengelola program, yang nantinya akan dibawa ke rapat-rapat Komisi VI DPR RI untuk perbaikan dan pengembangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah Program Ketahanan Pangan di Bojongrangkas
Maman, tokoh sekaligus perintis Pokmas di Desa Bojongrangkas, mengungkapkan bahwa program ketahanan pangan ini bermula dari inisiatif warga. Sebelum adanya pendanaan dari pemerintah melalui Dana Desa (DD), ia bersama pengurus RT dan RW memulai gerakan bersih lingkungan, terutama membersihkan aliran sungai dari sampah.

“Setelah sungai bersih, kami bermusyawarah untuk memanfaatkan aliran sungai tersebut sebagai lahan perikanan air deras. Sungai ini kemudian kami desain dengan membuat sekat-sekat untuk budidaya ikan nila dan lele,” jelas Maman.

READ  Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda Mengaku Program Wakap Walikota Baik Tapi Harus Sesuai Regulasinya

Untuk merealisasikan ide tersebut, mereka mengumpulkan dana secara gotong royong (rereongan), hingga terkumpul Rp57 juta. Dengan dana itu, mereka membuat sekat-sekat di sungai dan mulai menanam bibit ikan nila dan lele. Usaha ini membuahkan hasil, dengan panen rutin setiap beberapa bulan.

Dukungan Dana Desa
Seiring berjalannya waktu, Pokmas Bojongrangkas mengajukan program ketahanan pangan dari pemerintah. Mereka menerima bantuan sebesar Rp67 juta yang dialokasikan untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan.

Pengelolaan Lahan Pertanian
Dana tersebut dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas seperti terong, cabai, kacang panjang, jahe, bayam, dan kangkung. “Kami mengelola lahan di tiga lokasi: lahan terong dan cabai seluas 5.000 meter, jahe 1.000 meter, serta kacang panjang 1.000 meter,” ujar Maman.

Lahan yang digunakan terdiri dari dua lahan milik warga yang dipinjam dengan izin, serta satu lahan yang disewa oleh kelompok. Dengan semangat gotong royong, program ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Sumber: Ade PPRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru
Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga
Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi
Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi
Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan
Jalan Karangtengah Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Terancam Tergelincir dan Jarak Pandang Terganggu
Gedung MUI Sukabumi Disegel Kontraktor, Dugaan Tunggakan Pembayaran Pekerjaan Paving Blok Memicu Polemik
Anggaran Rp5,9 Miliar Dipersoalkan,Proyek Lapang Sekarwangi Dinilai Abaikan Krisis Warga dan Potensi Risiko Tata Ruang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:47 WIB

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru

Jumat, 17 April 2026 - 08:41 WIB

Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:11 WIB

Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi

Rabu, 15 April 2026 - 04:00 WIB

Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi

Rabu, 15 April 2026 - 01:31 WIB

Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan

Berita Terbaru