Tolak Gratifikasi! Kementerian Hukum Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta– Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terus menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik gratifikasi dan korupsi di lingkungan kerja mereka. Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, masyarakat diimbau untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran atau indikasi gratifikasi yang terjadi melalui portal resmi Lapor.go.id atau langsung ke Inspektorat Jenderal Kemenkumham di akun resmi @itjen_kemenkum.(25/3/2025)

Gratifikasi merupakan salah satu bentuk korupsi yang kerap terjadi di berbagai instansi pemerintahan. Oleh karena itu, Kemenkumham secara aktif mengedukasi pegawai serta masyarakat luas mengenai bahaya gratifikasi dan bagaimana cara mencegahnya. Melalui berbagai sosialisasi, pelatihan, serta sistem pengawasan internal yang ketat, Kemenkumham berupaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) menegaskan bahwa upaya pemberantasan gratifikasi bukan hanya tanggung jawab internal kementerian, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lingkungan Kemenkumham. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan dengan serius,” ujarnya

Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Kemenkumham menyediakan berbagai saluran resmi untuk pelaporan dugaan gratifikasi, yaitu melalui:

1. Portal Resmi LAPOR! (lapor.go.id) – Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) yang terintegrasi untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan atau laporan terkait kinerja instansi pemerintah.

2. Inspektorat Jenderal Kemenkumham (@itjen_kemenkum) – Akun media sosial resmi yang dikelola Inspektorat Jenderal untuk menerima laporan serta memberikan informasi seputar pengawasan di lingkungan Kemenkumham.

Seluruh laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pelapor juga dapat memilih untuk tetap anonim guna menjaga keamanan dan kenyamanan dalam memberikan informasi.

READ  Zuli Zulkipli, S.H.: Komite Reformasi Polri Harus Jadi Momentum Perbaikan Total Institusi Kepolisian

Untuk memperkuat efek jera, Kemenkumham menegaskan bahwa setiap pelanggaran terkait gratifikasi akan dikenakan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku. Pegawai yang terbukti menerima atau meminta gratifikasi di luar ketentuan akan menghadapi tindakan disipliner, mulai dari teguran keras hingga pemecatan, bahkan bisa berujung pada proses hukum pidana.

“Kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum harus dijaga dengan baik. Oleh karena itu, kami tidak akan mentoleransi praktik gratifikasi dalam bentuk apa pun,” kata Inspektur Jenderal Kemenkumham dalam keterangannya.

Selain peran aktif pemerintah dalam menekan angka korupsi dan gratifikasi, masyarakat juga memiliki kontribusi besar dalam menciptakan budaya anti-gratifikasi. Salah satu langkah penting adalah dengan tidak memberikan imbalan dalam bentuk apa pun kepada pegawai pemerintahan dalam proses pelayanan publik.

Kemenkumham juga terus mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam mengawasi jalannya birokrasi, memastikan setiap layanan yang diberikan berjalan sesuai dengan aturan, serta tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu

Upaya pemberantasan gratifikasi di lingkungan Kemenkumham bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang terus diperkuat dengan berbagai kebijakan serta keterlibatan masyarakat. Dengan adanya sistem pelaporan yang transparan dan tindakan tegas terhadap pelanggar, diharapkan budaya gratifikasi bisa diberantas dan digantikan dengan pelayanan publik yang bersih, profesional, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Masyarakat diharapkan dapat terus berpartisipasi aktif dalam menjaga integritas instansi pemerintah dengan melaporkan segala bentuk pelanggaran yang ditemukan. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas dapat segera terwujud.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketulusan Prajurit Marinir untuk Papua, Satgas Yonif 2 Marinir Obati Luka Warga Komopa
Sinergitas TNI-Polri Mengalir dalam Semangat Hari Bhayangkara ke-80 : Bersama Masyarakat Wujudkan Papua Barat yang Harmonis
Bidan Sukabumi Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak pada HUT IBI ke-75
PPWI Resmi Laporkan Martin Manoluk Tampubolon dan Raja Herman ke Bareskrim Polri Terkait Korupsi dan Pidana Pers
Sejumlah Tokoh Aceh dan Masyarakat Aceh Lakukan Aksi di Kantor ESDM Jakarta,Dr. Fachrul Razi Ancam Demo Aceh Akan Berlanjut Ke Istana
Ratusan Aktivis dan Elemen Masyarakat Serukan Keadilan untuk Aknis Jance Zebua, Aksi 1000 Lilin Digelar di Medan
WALHI Desak Uni Eropa Masukkan Viskose ke EUDR, Soroti Jejak Deforestasi dan Pelanggaran HAM dalam Rantai Pasok Industri Fesyen Global
Tuntutan ‘Take Down’ Berita adalah Kriminalisasi Pers, Wilson Lalengke Tolak Somasi Pengacara Martin Manoluk
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 02:26 WIB

Ketulusan Prajurit Marinir untuk Papua, Satgas Yonif 2 Marinir Obati Luka Warga Komopa

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sinergitas TNI-Polri Mengalir dalam Semangat Hari Bhayangkara ke-80 : Bersama Masyarakat Wujudkan Papua Barat yang Harmonis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:09 WIB

Bidan Sukabumi Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak pada HUT IBI ke-75

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:10 WIB

PPWI Resmi Laporkan Martin Manoluk Tampubolon dan Raja Herman ke Bareskrim Polri Terkait Korupsi dan Pidana Pers

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:27 WIB

Sejumlah Tokoh Aceh dan Masyarakat Aceh Lakukan Aksi di Kantor ESDM Jakarta,Dr. Fachrul Razi Ancam Demo Aceh Akan Berlanjut Ke Istana

Berita Terbaru