Suararakyat.info.Bekasi – Menteri Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja ke lokasi terdampak banjir di Perumahan Villa Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, serta meninjau pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang.
Kunjungan ini merupakan respons atas banjir besar yang melanda Kota Bekasi pada awal Maret 2025 akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai. Lebih dari 16.000 kepala keluarga di 12 kecamatan terdampak, dengan Perumahan Villa Jatirasa menjadi salah satu area yang paling parah, di mana ketinggian air mencapai 4 meter atau setara satu lantai rumah.(19/3/2025)
Menko Pangan menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak banjir yang dialami masyarakat. Ia menekankan bahwa selain faktor cuaca, alih fungsi lahan dan berkurangnya zona resapan air turut memperburuk kondisi ini. “Pemerintah akan terus memperkuat pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) melalui penataan di hulu, pencegahan alih fungsi zona perlindungan dan resapan air, serta perbaikan pengelolaan sampah secara komprehensif,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah meninjau lokasi banjir, Menko Pangan melanjutkan kunjungan ke TPA Bantargebang, yang menjadi tempat pemrosesan sampah utama bagi DKI Jakarta. TPA seluas 117 hektar ini menerima sekitar 7.700 ton sampah per hari, sehingga mengalami kelebihan kapasitas dengan ketinggian timbunan mencapai lebih dari 40 meter.
“Permasalahan sampah di Bantargebang mencerminkan kondisi yang juga dialami kota-kota besar lainnya. Oleh karena itu, pemerintah mendorong percepatan pengelolaan sampah berbasis teknologi, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan teknologi RDF (Refuse-Derived Fuel),” jelas Menko Pangan.
Ia juga menegaskan bahwa revisi Peraturan Presiden terkait pengelolaan sampah diharapkan dapat mendorong sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir dengan pendekatan ekonomi sirkular. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah melalui penyederhanaan prosedur serta mekanisme insentif pendanaan, termasuk skema pembelian listrik oleh PLN.
Melalui kunjungan ini, Menko Pangan menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan kebijakan pengelolaan lingkungan dan penanggulangan bencana berjalan efektif dan berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta mengurangi risiko bencana di masa depan.
(Han)














