SUARARAKYAT || TEMBILAHAN – Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti Herman, menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 019 Kelurahan Sungai Beringin, Jalan Tanjung Harapan, Senin (6/7/2026) pagi. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan MPLS sebagai momentum awal membangun karakter, kedisiplinan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Dalam sambutannya di hadapan para siswa baru, guru, kepala sekolah, dan para orang tua yang hadir, Katerina Susanti Herman menjelaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan peserta didik baru. Menurutnya, MPLS merupakan fase penting dalam membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal tenaga pendidik, memahami tata tertib, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk memulai perjalanan pendidikan mereka.
“Selain mengenal guru, aturan, dan lingkungan sekolah, MPLS menjadi ruang belajar pertama bagi anak untuk membangun karakter yang disiplin dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang nantinya akan menjadi bekal mereka dalam menjalani proses pendidikan,” ujar Katerina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuturkan bahwa pembentukan karakter sejatinya telah dimulai sejak anak berada di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Karena itu, Pemerintah terus mendorong pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan pra sekolah, agar setiap anak memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Menurutnya, pendidikan usia dini memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kemampuan sosial, emosional, dan kemandirian anak. Bekal tersebut akan memudahkan mereka beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.
Bunda PAUD Inhil juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung perkembangan karakter anak secara menyeluruh.
Pada kesempatan itu, Katerina memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
“Jangan ada ruang untuk perundungan atau bullying. Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan keamanan dan perlindungan, agar anak-anak kita bisa belajar, bermain, berprestasi, dan tumbuh dengan optimal,” tegasnya.
Ia berharap seluruh tenaga pendidik dapat membangun budaya saling menghargai, saling menghormati, serta menanamkan nilai empati kepada seluruh siswa sejak hari pertama mereka berada di sekolah. Dengan demikian, setiap anak dapat merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Selain isu perlindungan anak, Katerina yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir turut menekankan pentingnya penerapan pendidikan inklusif di seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus maupun mereka yang memiliki keistimewaan tertentu.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang menjamin tidak adanya diskriminasi terhadap peserta didik. Oleh sebab itu, sekolah diharapkan mampu menyediakan fasilitas, sarana pendukung, serta metode pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh siswa.
“Semua anak memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita adalah memastikan mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya tanpa merasa dibedakan ataupun rendah diri,” ungkapnya.
Katerina juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan sekolah yang ramah anak, bebas kekerasan, bebas diskriminasi, serta mampu menjadi ruang tumbuh yang positif bagi generasi penerus bangsa.
Melalui pelaksanaan MPLS yang edukatif dan humanis, diharapkan peserta didik baru dapat menjalani masa transisi menuju dunia sekolah dengan penuh semangat, rasa aman, serta motivasi tinggi untuk belajar. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun generasi Indragiri Hilir yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, Bunda PAUD Inhil optimistis seluruh anak di Kabupaten Indragiri Hilir akan memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia di masa yang akan datang.
Penulis : Syahwani
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














