Bunda PAUD Inhil Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Pendidikan Inklusif Saat Buka MPLS di SDN 019 Sungai Beringin

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || TEMBILAHAN – Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti Herman, menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 019 Kelurahan Sungai Beringin, Jalan Tanjung Harapan, Senin (6/7/2026) pagi. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan MPLS sebagai momentum awal membangun karakter, kedisiplinan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Dalam sambutannya di hadapan para siswa baru, guru, kepala sekolah, dan para orang tua yang hadir, Katerina Susanti Herman menjelaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan peserta didik baru. Menurutnya, MPLS merupakan fase penting dalam membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal tenaga pendidik, memahami tata tertib, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk memulai perjalanan pendidikan mereka.

“Selain mengenal guru, aturan, dan lingkungan sekolah, MPLS menjadi ruang belajar pertama bagi anak untuk membangun karakter yang disiplin dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang nantinya akan menjadi bekal mereka dalam menjalani proses pendidikan,” ujar Katerina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan bahwa pembentukan karakter sejatinya telah dimulai sejak anak berada di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Karena itu, Pemerintah terus mendorong pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan pra sekolah, agar setiap anak memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki jenjang Sekolah Dasar.

Menurutnya, pendidikan usia dini memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kemampuan sosial, emosional, dan kemandirian anak. Bekal tersebut akan memudahkan mereka beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.

Bunda PAUD Inhil juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung perkembangan karakter anak secara menyeluruh.

Pada kesempatan itu, Katerina memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

READ  Ketua MUI Cigombong Tegaskan Dugaan Transaksi Obat Golongan G Harus Ditangani Serius

“Jangan ada ruang untuk perundungan atau bullying. Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan keamanan dan perlindungan, agar anak-anak kita bisa belajar, bermain, berprestasi, dan tumbuh dengan optimal,” tegasnya.

Ia berharap seluruh tenaga pendidik dapat membangun budaya saling menghargai, saling menghormati, serta menanamkan nilai empati kepada seluruh siswa sejak hari pertama mereka berada di sekolah. Dengan demikian, setiap anak dapat merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Selain isu perlindungan anak, Katerina yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir turut menekankan pentingnya penerapan pendidikan inklusif di seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus maupun mereka yang memiliki keistimewaan tertentu.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang menjamin tidak adanya diskriminasi terhadap peserta didik. Oleh sebab itu, sekolah diharapkan mampu menyediakan fasilitas, sarana pendukung, serta metode pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh siswa.

“Semua anak memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita adalah memastikan mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya tanpa merasa dibedakan ataupun rendah diri,” ungkapnya.

Katerina juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan sekolah yang ramah anak, bebas kekerasan, bebas diskriminasi, serta mampu menjadi ruang tumbuh yang positif bagi generasi penerus bangsa.

Melalui pelaksanaan MPLS yang edukatif dan humanis, diharapkan peserta didik baru dapat menjalani masa transisi menuju dunia sekolah dengan penuh semangat, rasa aman, serta motivasi tinggi untuk belajar. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun generasi Indragiri Hilir yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, Bunda PAUD Inhil optimistis seluruh anak di Kabupaten Indragiri Hilir akan memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia di masa yang akan datang.

Penulis : Syahwani

Editor : Redaksi

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua ISNU Kota Pekanbaru Kecam Keras Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PMII Riau: Kapolda Jangan Diam, Tangkap Seluruh Pelaku!
Sekda Inhil Hadiri Tabligh Akbar Yayasan Al-Hayah, Tegaskan Komitmen Pemkab Membangun Masyarakat Religius dan Harmonis
Sekjen BEM STAI Al-Azhar Pekanbaru Desak Pengusutan Transparan Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa di Depan Polresta Pekanbaru
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
Disnaker Meranti Nilai Syarat Rekrutmen BRK Syariah Berpotensi Diskriminatif, Soroti Batas Tinggi Badan dan Status
Diduga Penyalahgunaan Data Pribadi, Warga Inhil Keluhkan Nama Tercatat Memiliki Kredit FIFGROUP Sejak 2013 Hingga 2026
Enam Bulan Jadi Sorotan, Dugaan PETI di Logas Belum Tersentuh Penindakan, Wartawan Mengaku Kembali Diintimidasi Saat Investigasi
Talkshow Legalitas Bisnis Dorong UMKM Naik Kelas, 34 Pelaku Usaha Terima NIB dan SP-PIRT
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 14:13 WIB

Bunda PAUD Inhil Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Pendidikan Inklusif Saat Buka MPLS di SDN 019 Sungai Beringin

Senin, 6 Juli 2026 - 00:56 WIB

Ketua ISNU Kota Pekanbaru Kecam Keras Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PMII Riau: Kapolda Jangan Diam, Tangkap Seluruh Pelaku!

Minggu, 5 Juli 2026 - 05:01 WIB

Sekda Inhil Hadiri Tabligh Akbar Yayasan Al-Hayah, Tegaskan Komitmen Pemkab Membangun Masyarakat Religius dan Harmonis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:32 WIB

Sekjen BEM STAI Al-Azhar Pekanbaru Desak Pengusutan Transparan Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa di Depan Polresta Pekanbaru

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:08 WIB

Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi

Berita Terbaru