SUARARAKYAT || SUKABUMI— Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sukabumi Raya menggelar aksi damai di Lapang Merdeka hingga depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (24/6/2026).
Aksi yang diwarnai doa bersama dan istigosah tersebut menjadi bentuk dukungan masyarakat agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berlanjut. Massa yang didominasi pakaian serba putih mulai berkumpul sejak pagi hari.
Sebelum aksi dimulai, peserta mengikuti senam pagi dan istigosah bersama di Lapang Merdeka. Sekitar pukul 10.40 WIB, massa kemudian melakukan long march menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi sambil membawa spanduk, poster, serta berbagai alat peraga berisi pesan dukungan terhadap program unggulan nasional tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator aksi, Yandra Utama Santosa, mengatakan jumlah massa yang hadir mencapai sekitar 10.000 orang dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pemasok bahan pangan, relawan MBG, hingga masyarakat umum yang merasakan langsung manfaat program tersebut.
“Alhamdulillah, aksi ini diawali dengan senam pagi dan istigosah bersama. Hari ini ribuan massa hadir untuk menyampaikan aspirasi secara tertib. Ini merupakan bentuk dukungan agar program MBG tetap berlanjut, karena sejalan dengan amanat konstitusi dalam melindungi rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujar Yandra.
Menurut dia, program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memicu pergerakan ekonomi masyarakat. Kehadiran dapur-dapur MBG dinilai mampu membuka lapangan kerja serta memperkuat rantai pasok dari sektor pertanian hingga perikanan.
“Dampaknya sangat terasa. Dapur MBG tumbuh, ekonomi bergerak, pengangguran berkurang, serta petani dan pemasok terbantu. Ini bukan sekadar soal makan gratis, melainkan tentang ekosistem ekonomi yang ikut berjalan,” katanya.
Yandra juga menyoroti munculnya opini negatif yang dinilai terlalu menonjolkan persoalan teknis atau ulah oknum, sementara manfaat besar program tersebut kurang mendapat perhatian.
“Jangan hanya kesalahan yang dipersepsikan, tetapi lihat juga kebaikan dan manfaat besar yang dirasakan masyarakat. Dukungan mayoritas masyarakat terhadap program ini nyata,” ucapnya.
Sementara itu, penanggung jawab aksi, M. Rafi’i Nasution, membantah isu yang menyebut peserta aksi dibayar. Ia menegaskan seluruh peserta hadir atas dasar kesadaran dan kepedulian terhadap keberlanjutan program MBG.
“Jika ada isu massa dibayar, itu bukan di sini. Kami pastikan masyarakat Sukabumi Raya hadir dengan kesadaran sendiri. Bahkan ada peserta dari luar daerah yang turut bergabung karena peduli terhadap program ini,” katanya.
Rafi’i menambahkan, program MBG memberikan dampak ekonomi yang luas bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pengemudi ojek, petani, nelayan, hingga pemasok bahan pangan.
“Semua merasakan manfaatnya. Tukang ojek mendapatkan penghasilan, petani dan nelayan memiliki pasar, serta pemasok tetap bergerak. Yang menjadi persoalan adalah oknum yang melakukan penyimpangan, bukan programnya,” ujarnya.
Aspirasi ribuan massa tersebut diterima oleh Sekretaris DPRD Kota Sukabumi, Asep Koswara, bersama Ketua Komisi III Bambang Hermawan. DPRD menyatakan siap menampung dan meneruskan aspirasi masyarakat terkait keberlanjutan program MBG.
“Kami menerima dan menampung aspirasi masyarakat. Program MBG menjadi perhatian bersama dan aspirasi ini akan kami sampaikan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Asep.
Penulis : Prima RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














