Kota Sorong Papua Barat Daya – Pemerintah Kota Sorong terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sosial melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Kontigensi Kesiapsiagaan Bencana Sosial bersama ADRA Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Acara ini dibuka oleh Penjabat Sementara (Pjs) Sekretaris Daerah Kota Sorong, Amos Kareth, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika masyarakat Kota Sorong yang terus berkembang, Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Amos Kareth mengatakan Kota Sorong memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat yang menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, membangun sistem peringatan dini, serta menyusun perencanaan kontigensi yang terarah dan terpadu,” Ujar Amos Saat Sambutannya.
Amos menilai, kesiapan menghadapi potensi konflik sosial harus dilakukan sejak dini melalui perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
Menurutnya, penanganan bencana sosial tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari aparat keamanan, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga masyarakat umum.
“Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting, karena penanganan bencana sosial membutuhkan keterlibatan semua unsur agar upaya pencegahan maupun penanganan dapat berjalan efektif,” katanya.
Melalui forum FGD tersebut, Pemerintah Kota Sorong berharap dapat menghasilkan berbagai masukan, strategi, dan langkah konkret dalam penyusunan dokumen perencanaan kontigensi yang realistis, terukur, dan dapat diterapkan saat menghadapi situasi darurat sosial.
Amos Kareth juga mengingatkan pentingnya belajar dari berbagai kejadian konflik sosial di sejumlah daerah, di mana kesiapan sebelum bencana terjadi jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah konflik berlangsung.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, serta komunikasi yang baik demi menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Kota Sorong.
Kegiatan ini turut melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan sebagai bagian dari upaya bersama membangun sistem kesiapsiagaan sosial yang tangguh, terpadu, dan berkelanjutan di Kota Sorong.
Penulis : Leonardo Alfredo Kara
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info














