Dua Kali Kepemimpinan Pemkab Sukabumi Dinilai Tutup Mata, Jalan Rusak di Gegerbitung Bertahun-tahun Tak Tersentuh Anggaran

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 02:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info | SUKABUMI — Potret buram pembangunan infrastruktur kembali terlihat di wilayah Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Jalan penghubung dijalan  Pasir muning hingga Cijurey, khususnya ruas Cijurey–Karangjaya, dibiarkan rusak parah selama lebih dari satu dekade tanpa sentuhan perbaikan yang berarti.

Kondisi ini memantik kekecewaan mendalam dari masyarakat yang merasa diabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, usulan perbaikan jalan tersebut rutin disampaikan setiap tahun melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun tak pernah membuahkan hasil konkret.

“Setiap tahun kami mengusulkan, dari zaman bupati sebelumnya sampai sekarang sudah berganti kepemimpinan, tapi hasilnya nihil. Seolah aspirasi masyarakat hanya didengar saat seremoni, lalu dilupakan begitu saja,” ungkap salah satu perwakilan warga dengan nada kecewa, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan jalan yang berlubang, bergelombang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan, telah menghambat aktivitas warga. Jalur tersebut merupakan akses vital yang digunakan untuk mobilitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Namun ironisnya, kondisi jalan justru semakin memburuk dari tahun ke tahun.

Kadus cipariuk 2 ahmad jajuli desa Cijurey,  saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kerusakan infrastruktur di wilayahnya sudah berlangsung lama dan terus dikeluhkan warga.

“Betul, jalan itu memang sudah lama rusak dan sering dikeluhkan masyarakat. Bahkan di depan kantor desa, gorong-gorong juga rusak dan bolong, sehingga aliran air tersumbat dan berpotensi menimbulkan genangan,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah desa tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengajuan proposal hingga penyampaian langsung dalam forum resmi. Namun hingga kini belum ada realisasi dari pihak pemerintah kabupaten.

READ  Pembukaan Kemitraan Koperasi Merah Putih Kelurahan Bambankerep dalam Pemanfaatan Limbah Plastik

Situasi ini memperkuat persepsi warga bahwa wilayah mereka dianaktirikan dalam prioritas pembangunan. Mereka menilai ada ketimpangan dalam distribusi anggaran, di mana beberapa wilayah mendapatkan perhatian lebih, sementara daerah lain seperti Cijurey justru terabaikan.

“Jangan pilih kasih dalam pembangunan. Kami juga bagian dari Kabupaten Sukabumi, punya hak yang sama untuk mendapatkan akses jalan yang layak,” tegas warga lainnya.

Lebih jauh, warga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan Musrenbang sebagai instrumen partisipatif. Jika usulan yang disampaikan secara konsisten selama bertahun-tahun tidak pernah direalisasikan, maka Musrenbang dinilai hanya menjadi formalitas administratif tanpa keberpihakan nyata pada kebutuhan rakyat.

Kondisi ini bukan sekadar soal jalan rusak, tetapi menyangkut keadilan pembangunan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ketika aspirasi rakyat terus diabaikan, maka yang tergerus bukan hanya infrastruktur, melainkan juga legitimasi moral kekuasaan.

Masyarakat Desa Cijurey kini hanya berharap satu hal sederhana: didengar dan diperlakukan setara. Mereka menuntut pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk segera turun tangan, melakukan perbaikan jalan, serta membenahi gorong-gorong yang rusak sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Jika tidak, maka janji pembangunan yang selama ini digaungkan hanya akan menjadi retorika kosong di tengah penderitaan nyata masyarakat di pelosok daerah.

Penulis : Prim RK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun
Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat
BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat
Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:33 WIB

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:02 WIB

Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:46 WIB

Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 04:38 WIB

BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:13 WIB

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme

Berita Terbaru