Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYYAT.info || Sukabumi – Proyek rekonstruksi perbaikan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, yang digadang-gadang menjadi solusi peningkatan konektivitas menuju kawasan Pelabuhan Ratu, kini justru menuai sorotan tajam. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Marco Wijaya Mandiri dengan nilai kontrak mencapai Rp34.218.123.180,00 dan masa pengerjaan 195 hari kalender itu diduga menyimpan sejumlah kejanggalan, baik dari sisi kualitas teknis maupun aspek prosedural.

Program pembangunan infrastruktur jalan yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Terlebih, ruas jalan Cikidang merupakan akses vital yang setiap harinya dilalui kendaraan bertonase berat sebagai jalur utama menuju Pelabuhan Ratu. Namun, realita di lapangan menunjukkan indikasi yang jauh dari harapan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan sejumlah pekerjaan tambal sulam pada badan jalan yang dinilai tidak memenuhi standar teknis. Material yang digunakan diduga tidak melalui proses yang semestinya, bahkan pada beberapa titik tidak terlihat penggunaan perekat (tack coat) sebagai pengikat antara lapisan lama dan material baru. Kondisi ini menimbulkan keraguan besar terhadap daya tahan jalan, terutama dalam menghadapi beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, kejanggalan juga terlihat dari papan informasi proyek yang terpasang di lokasi. Dalam papan tersebut tidak tercantum nama konsultan pengawas, yang seharusnya menjadi elemen penting dalam menjamin kualitas dan pengendalian pekerjaan. Ketiadaan informasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas proyek.

Ironisnya, situasi di lapangan semakin menguatkan dugaan lemahnya pengawasan. Awak media tidak menemukan adanya pengawas maupun penanggung jawab lapangan yang berjaga selama proses pengerjaan berlangsung. Padahal, keberadaan pengawas sangat krusial untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

READ  Kasus Penipuan Rp240 Juta Diduga Mangkrak Dua Tahun, Korban Nurhayati Tagih Kepastian Hukum dari Polres Inhil

Seorang pekerja lapangan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keraguannya terhadap kualitas proyek tersebut. Ia mengaku hanya menjalankan instruksi tanpa dibekali informasi teknis yang jelas.

“Ya, kami yang mengerjakan juga sebenarnya ragu dengan kualitas pekerjaan ini. Kami tidak diberikan RAB yang jelas, jadi tidak tahu pasti volume pekerjaan yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi jalan yang menjadi jalur utama kendaraan berat seharusnya mendapat penanganan yang lebih serius dan sesuai standar.

“Menurut saya pribadi, pekerjaan ini kurang maksimal. Jalan ini kan akses utama kendaraan besar, tapi kami hanya menjalankan perintah. Detail pekerjaan pun tidak dijelaskan secara gamblang,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Marco Wijaya Mandiri maupun penanggung jawab proyek di lapangan belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media pun belum membuahkan hasil.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik terhadap potensi kerugian negara dan kualitas infrastruktur yang dihasilkan. Proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut seharusnya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan baru dalam waktu singkat.

Masyarakat pun berharap agar instansi terkait, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak berwenang lainnya, segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Audit teknis dan administratif dinilai penting guna memastikan proyek berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan kepentingan publik.

Jika dugaan ini terbukti, maka bukan hanya soal kualitas jalan yang dipertaruhkan, melainkan juga integritas dalam pengelolaan anggaran negara. Infrastruktur yang dibangun tanpa pengawasan ketat berpotensi menjadi simbol kegagalan tata kelola, sekaligus ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan.

Penulis : HS/Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:13 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:43 WIB

Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:09 WIB

Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Berita Terbaru

Kabupaten Kepulauan Meranti

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:11 WIB