Seorang Pekerja Diduga Meninggal Tertimpa Gulungan Kertas di Area Produksi,  Kelalaian K3 Mencuat di Sorot Publik

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info | SIAK, RIAU — Kecelakaan kerja kembali mengguncang sektor industri pulp dan kertas. Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami kecelakaan fatal di area produksi Roll Handling (RH) milik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Kamis (2/4/2026) pagi.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan operasional perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Minas–Perawang Km 26, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Korban diketahui bernama Safrianto, yang saat kejadian tengah menjalankan aktivitas pembersihan (cleaning) di sekitar area Auto Crane, salah satu titik vital dalam proses distribusi gulungan kertas hasil produksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, insiden terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban diduga tertimpa gulungan kertas berukuran besar yang berada di area Roll Handling 3. Bobot gulungan kertas industri yang sangat berat diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban mengalami luka fatal di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekan kerja yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Klinik IKPP untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, setibanya di klinik, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, termasuk rekan kerja dan masyarakat. Salah satu unggahan yang beredar luas menyebutkan:

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, telah terjadi kecelakaan kerja dan meninggal dunia di lokasi RH 3 atas nama Safrianto.”

READ  Voice Note Bernada Ancaman Gegerkan Warga Kabandungan, Diduga Dilontarkan Oleh Oknum Wartawan

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen perusahaan melalui Humas, Hardi, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp belum mendapat respons, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan serius terkait implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri berat. Area Roll Handling dikenal sebagai zona berisiko tinggi, terutama karena melibatkan alat berat seperti crane serta material produksi dalam skala besar dan berat.

Pengamat ketenagakerjaan menilai bahwa kecelakaan semacam ini seharusnya dapat dicegah jika prosedur K3 dijalankan secara ketat dan konsisten. Dugaan adanya kelalaian, baik dari sisi pengawasan maupun sistem pengamanan kerja, kini menjadi sorotan yang mendesak untuk diusut secara transparan.

Selain itu, publik juga mendesak agar pihak berwenang, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan aparat penegak hukum, segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran standar operasional atau unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja.

Kematian Safrianto menjadi pengingat pahit bahwa di balik gemerlap industri, masih tersimpan risiko besar yang mengintai para pekerja setiap harinya. Jika tidak ada evaluasi serius dan penegakan aturan yang tegas, tragedi serupa dikhawatirkan akan terus berulang.

Penulis : Angga Fadli

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru