Fakta Baru Skandal Dugaan Pengelolaan Dinasti dan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Sukabumi Kian Terkuak

- Penulis

Selasa, 24 Maret 2026 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Lembaga pendidikan nonformal PKBM Bintang Mandiri yang berlokasi di Kampung Lemburtengah, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini menjadi sorotan tajam publik. Selain adanya dugaan ketidaksesuaian antara jumlah peserta didik secara administratif dengan kondisi nyata di lapangan, fakta baru terkait pola pengelolaan lembaga tersebut juga mulai mencuat.

PKBM dengan status swasta dan akreditasi C ini sebelumnya diketahui memiliki jumlah siswa yang terdaftar cukup banyak dalam dokumen resmi. Namun, berdasarkan penelusuran di lapangan, aktivitas belajar mengajar justru terlihat minim, bahkan kerap sepi dari kehadiran warga belajar.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya manipulasi data peserta didik yang berpotensi berimplikasi pada penyalahgunaan anggaran pendidikan nonformal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta terbaru yang menguatkan kecurigaan tersebut adalah adanya indikasi pengelolaan lembaga yang bersifat “dinasti”. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mulai dari pemilik yayasan, kepala sekolah, hingga operator administrasi disebut-sebut masih berada dalam satu lingkaran keluarga.

Seorang warga sekitar berinisial BJ (48) mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi pengetahuan umum di lingkungan setempat.

“Iya, betul. Dari yayasan, kepala sekolah sampai operator itu masih satu keluarga. Kalau soal dugaan manipulasi data dan penyelewengan anggaran, sangat mungkin terjadi. Karena kalau dilihat, jumlah siswa di data banyak, tapi kenyataannya kalau ada kegiatan belajar hanya beberapa orang saja, bahkan sering sepi,” ujarnya saat ditemui wartawan pada Selasa (24/3/2026).

Pernyataan warga tersebut semakin memperkuat dugaan adanya praktik tidak transparan dalam pengelolaan PKBM Bintang Mandiri. Minimnya aktivitas belajar yang tidak sebanding dengan data administratif menjadi indikator kuat adanya potensi penyimpangan, khususnya dalam pengajuan dan penggunaan anggaran berbasis jumlah peserta didik.

READ  SMP Negeri 44 Semarang Gelar Pembinaan Kedisiplinan dan Pencegahan Kenakalan Remaja

Menanggapi hal ini, Ketua Umum DPP Gakporkan, Dr. Bernard BBBI Siagian, S.H., M.H., M.Ak, turut angkat bicara. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Kami mendorong pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi untuk segera memeriksa PKBM Bintang Mandiri. Jika benar terjadi manipulasi data, maka sangat jelas ada potensi penyelewengan anggaran negara yang harus diusut tuntas,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari Dinas Pendidikan terhadap lembaga pendidikan nonformal di wilayah tersebut. Menurutnya, kelalaian dalam pengawasan bisa membuka celah terjadinya praktik-praktik manipulatif yang merugikan negara dan masyarakat.

“Disdik juga harus dievaluasi. Bagaimana mungkin data bisa dimanipulasi jika pengawasan berjalan dengan baik? Ketika data sudah tidak valid, maka anggaran yang turun pun berpotensi besar diselewengkan,” tambahnya.

Kasus ini menjadi peringatan serius akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan nonformal. PKBM yang sejatinya menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat justru berpotensi disalahgunakan sebagai ladang kepentingan segelintir pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola PKBM Bintang Mandiri maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang berkembang.

Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut tuntas persoalan ini, demi menjaga integritas dunia pendidikan serta memastikan bahwa anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Penulis : HS

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak
PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Kampus Diminta Adaptif di Tengah Efisiensi Anggaran Negara, Pengabdian Masyarakat Tetap Jadi Prioritas Tridharma
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:09 WIB

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 02:38 WIB

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Kamis, 9 April 2026 - 22:43 WIB

Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026

Berita Terbaru