SUARARAKYAT.info || NTB — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah NTB. Upaya ini dilakukan melalui orkestrasi program pembangunan yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa, serta dukungan dari dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai mitra strategis lainnya.
Langkah kolaboratif tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus strategi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Kegiatan penguatan sinergi ini digelar pada Kamis (12/3/2026) dengan fokus pada pengoptimalan potensi lokal yang dimiliki NTB.
Sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Yandri Susanto menegaskan bahwa desa memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan nasional. Menurutnya, kemiskinan ekstrem tidak dapat diatasi hanya melalui satu sektor saja, melainkan membutuhkan kerja bersama yang terintegrasi dari berbagai elemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penghapusan kemiskinan ekstrem harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga desa. Semua potensi yang dimiliki daerah harus dimaksimalkan agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yandri menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Desa PDT berupaya mendorong berbagai program yang berorientasi pada penguatan ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah pusat dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di daerahnya. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama agar program pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
NTB sendiri dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata. Tanah yang subur serta kekayaan alam yang dimiliki menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.
Salah satu program yang menjadi prioritas dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem adalah pengembangan desa wisata serta penguatan ketahanan pangan desa. Melalui program tersebut, masyarakat desa diharapkan mampu mengelola potensi wilayahnya secara mandiri sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Selain itu, pengembangan desa wisata juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari sektor jasa, kuliner, kerajinan lokal, hingga pengelolaan destinasi wisata berbasis kearifan lokal.
Pemerintah juga mendorong lahirnya desa-desa tematik yang memiliki karakter dan keunggulan masing-masing, seperti desa wisata, desa pertanian, desa perikanan, hingga desa berbasis ekonomi kreatif. Konsep ini diharapkan mampu memperkuat identitas desa sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, program pembangunan desa di NTB diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek utama yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi kesenjangan sosial.
Upaya bersama ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera, serta menjadi langkah nyata dalam menghapus kemiskinan ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Penulis : Zta
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














