Kontroversi Podcast Soal Mark Up Dapur SPPG, Aslap Lembursitu 2 Angkat Bicara

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Sukabumi – Asisten Lapangan (Aslap) dapur SPPG Lembursitu 2, Kota Sukabumi, Sandi Faturohman memberikan tanggapan terkait informasi yang beredar di media sosial, khususnya di YouTube, mengenai dugaan praktik mark up kuantitas dalam pengelolaan dapur SPPG Lembursitu 2.

Informasi tersebut sebelumnya disampaikan oleh seorang konten kreator yang mengangkat cerita dari seorang akuntan yang secara legal menjabat di dapur SPPG Lembursitu 2.

Sandi menjelaskan, informasi tersebut diduga muncul akibat miskomunikasi data dalam proses pencatatan keuangan di internal dapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau informasi yang disampaikan oleh akuntan itu sebetulnya karena adanya miss komunikasi data. Memang akuntan ini beberapa kali membuat kesalahan dalam pengolahan data,” ujar Sandi saat dimintai keterangan, Kamis (5/3/2026) malam.

Menurutnya, kesalahan tersebut terjadi karena adanya perbedaan data antara akuntan, ahli gizi, dan tim SPPI terkait jumlah bahan atau kuantitas yang digunakan dalam operasional dapur.

Namun ia menegaskan bahwa tidak ada praktik mark up harga maupun kuantitas sebagaimana yang dituduhkan.

“Itu sebenarnya tidak ada mark up harga. Hal ini bisa dibuktikan dari data purchase order (PO), gramasi yang ditentukan oleh ahli gizi, hingga laporan ke BGN yang semuanya sesuai dengan invoice,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbedaan data tersebut diduga terjadi karena akuntan tidak melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun oleh ahli gizi.

Sandi juga menanggapi pernyataan dalam sebuah podcast yang menyebutkan bahwa akuntan tersebut diminta pindah ke dapur lain oleh pihak mitra hingga akhirnya diminta mengundurkan diri.

READ  Pegawai Pemdaprov Ngantor Lebih Pagi, Dedi Mulyadi: Bukan Cari Sensasi Lebih Disiplin, Sehat, Terhindar Macet

Menurutnya, mitra pengelola memang memiliki beberapa dapur operasional. Dalam hal ini, akuntan tersebut hanya ditawarkan untuk pindah sementara ke dapur di wilayah Caringin guna meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan data keuangan.

“Mitra hanya sebatas menawarkan untuk pindah ke dapur Caringin agar yang bersangkutan bisa belajar bersama rekan-rekan lain, supaya kemampuan dalam menghitung dan mengelola data bisa lebih baik,” katanya.

Namun tawaran tersebut tidak mendapat respons dari yang bersangkutan. Bahkan menurut Sandi, setelah itu akuntan tersebut tidak masuk kerja selama sekitar satu minggu.

“Kemungkinan di sini terjadi salah tanggapan dari akuntan. Padahal maksud mitra hanya ingin yang bersangkutan belajar agar lebih siap dan berpengalaman,” tambahnya.

Pihak pengelola dapur, lanjut Sandi, juga telah menyampaikan persoalan ini kepada koordinator wilayah (korwil) dan koordinator kecamatan (korcam) agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

Pasca terjadinya miskomunikasi tersebut, hingga saat ini akuntan yang bersangkutan disebut masih belum kembali bekerja sehingga pihak pengelola akhirnya mengeluarkan surat peringatan.

“Mitra meminta akuntan untuk lebih belajar karena kami tidak main-main dalam mengelola keuangan dapur,” tegasnya.

Meski demikian, Sandi berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik.

“Saya berharap masalah ini bisa selesai secara kekeluargaan, karena setelah saya cermati memang yang terjadi adalah miss data,” pungkasnya.

Penulis : Tim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru