MBG Pandeglang Meledak! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuduh Media Sepihak, GOWIL Balik Tantang Buka Data Anggaran!

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PANDEGLANG| – Polemik dugaan ketidaksesuaian menu MBG (Makan Bergizi Gratis) dengan besaran anggaran yang telah ditetapkan di Desa Gunungbatu, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, kian memanas. Pihak Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia menuding sejumlah media telah memberitakan secara sepihak tanpa melakukan konfirmasi ke pihak dapur penyelenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni yang mengaku sebagai perwakilan yayasan di Kabupaten Pandeglang sekaligus mengatasnamakan diri sebagai media. Ia menegaskan bahwa menu MBG telah disusun berdasarkan pedoman dan standar gizi yang ditetapkan, serta memiliki komposisi variatif sesuai jadwal dan perencanaan distribusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, video berdurasi singkat yang beredar di tengah masyarakat tidak menggambarkan keseluruhan sistem pengadaan, pengolahan, maupun pengawasan menu. Yayasan, kata dia, siap membuka data serta melakukan evaluasi bersama pihak berwenang guna memastikan transparansi dan akuntabilitas program.

“Kami menyesalkan adanya pemberitaan tanpa konfirmasi. Program ini dijalankan dengan tanggung jawab dan sesuai mekanisme. Jangan sampai opini yang tidak utuh merugikan lembaga dan mencederai kepercayaan masyarakat,” tegas Sahroni.

Lebih lanjut, pihak yayasan meminta media yang bersangkutan menghormati hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan mengedepankan asas praduga tak bersalah agar publik tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi menyeluruh.

Namun, pernyataan tersebut mendapat respons keras dari Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia dan Lembaga (GOWIL) yang di dalamnya tergabung Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI), Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Lembaga Investigasi Negara (LIN), Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) DPC Kabupaten Pandeglang, Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI), serta Yayasan Bantuan Hukum Pembela dan Bantuan Hukum Nusantara Indonesia (YBH PBHNI) Provinsi Banten.

READ  BGN Bekali Pelaksana MBG Yogyakarta, Perkuat Antisipasi Risiko Hukum dan Isu Publik

Koordinator GOWIL, Raeynold Kurniawan, menyatakan bahwa sejumlah rekan media telah melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi kepada Kepala SPPG Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia. Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada jawaban resmi yang diterima.

“Alih-alih memberikan klarifikasi tertulis, justru muncul pemberitaan yang menuduh media menayangkan berita sepihak. Padahal kami sangat menjunjung tinggi Undang-Undang Pers, termasuk hak jawab dan hak koreksi,” ujar Raeynold.

Senada dengan itu, Ketua BARA API, Andi Irawan, menegaskan bahwa kritik dan pemberitaan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial pers dalam negara demokrasi. Ia meminta semua pihak tidak alergi terhadap kritik, apalagi jika menyangkut program yang menggunakan anggaran publik.

Sementara itu, Ketua LIN Pandeglang, A. Umaedi, menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik. Menurutnya, apabila yayasan merasa dirugikan oleh pemberitaan, mekanisme hak jawab dan hak koreksi telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Pers, bukan dengan membangun opini yang berpotensi menyudutkan kerja jurnalistik.

Hingga berita ini diturunkan,dua belah polemik antara pihak yayasan dan gabungan organisasi wartawan tersebut masih berlangsung. Publik pun diharapkan dapat menyikapi persoalan ini secara jernih, sembari menunggu klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait guna memastikan transparansi penggunaan anggaran serta kualitas program yang menyasar siswa.”(Team/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN dan Diskominfo Sulut Perkuat Integrasi Pengaduan Publik untuk Percepat Respons Program MBG
BGN Gandeng Barantin, Perketat Pengawasan Keamanan Pangan untuk Program MBG
DPMPTSP Sulteng Tegaskan Penyesuaian Kewenangan SLHS, Perizinan Kini Lebih Dekat ke Daerah
Tiga SPPG di Lebong Sigap Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Untuk Korban Banjir
Smart Greenhouse Jadi Model Baru Inovasi Pangan Berkelanjutan
Percepat Transformasi Digital, BGN Kembangkan Website PPID dan JDIH Agar Lebih Modern dan Terintegrasi
Jawab Tantangan Digital, BGN Gelar Pelatihan Video Editing dan Motion Graphics
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:31 WIB

BGN dan Diskominfo Sulut Perkuat Integrasi Pengaduan Publik untuk Percepat Respons Program MBG

Jumat, 17 April 2026 - 20:52 WIB

BGN Gandeng Barantin, Perketat Pengawasan Keamanan Pangan untuk Program MBG

Kamis, 16 April 2026 - 23:25 WIB

DPMPTSP Sulteng Tegaskan Penyesuaian Kewenangan SLHS, Perizinan Kini Lebih Dekat ke Daerah

Kamis, 16 April 2026 - 06:07 WIB

Tiga SPPG di Lebong Sigap Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Untuk Korban Banjir

Selasa, 14 April 2026 - 15:14 WIB

Smart Greenhouse Jadi Model Baru Inovasi Pangan Berkelanjutan

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB